Setiap perusahaan pasti memiliki
suatu permasalahan yang berbeda-beda seperti masalah keuangan, menajement, dan
pengelolaan SDM (Sumber Daya Manusia). Permasalahan yang sering terjadi di
suatu perusahaan yaitu masalah pada pengelolaan sumber daya manusianya salah
satunya adalah bagaimana caranya agar karyawan dapat bekerja secara efisien,
dan membuat karyawan tersebut menjadi lebih positif maka peran dari psikologi capital adalah membantu karyawan agar dapat bekerja secara
efisien serta dapat meningkatkan nilai positif dari karyawan tersebut.
Psikologi kaipital memiliki 4 aspek yang ada pada diri
manusia, yaitu:
- Hope: focus tehadap suatu tujuan, dan memfokuskan kembali jalan untuk dapat mencapi tujuan tersebut
- Optimism: memiliki orientasi positif untuk berprestasi
- Self-efficacy: memiliki kepercayaan diri untuk mendapatkan dan menyelesaikan secara baik tugas yang menantang
- Resilience: mampu untuk tahan dan dapat mengatasi permasalahan atau kesulitan pada saat menjalankan tugas
Masalah lain yang dihadapi suatu
perusahaan adalah tidak menguasai cara untuk menganalisa tingkah laku setiap karyawan
sehingga depskripsi kerja tidak mencapai pada tujuan organisasi sehingga
pentingnya Organizational Citizenship
Behavior (OCB). Definisi dari Organizational
Citizenship Behavior (OCB) adalah ilmu yang mempelajari dampak yang
dimiliki individu, kelompok, dan struktur perilaku dalam suatu organisasi. Organizational Citizenship Behavior (OCB)
memiliki lima dimensi yaitu altruism, civic virtue, sportsmanship, generalize
compliance, dan cortesy (Organ, 1988;
Podsakoff, MacKenzie, Paine, & Bachrach, 2000). Sehingga perusahaan yang menguasai OCB mereka dapat dampak yang
ditimbulkan dari kepribadian setiap karyawan terhadap struktur organisasi.
Seiring dengan ketatnya persaingan
membuat karyawan menghilangkan rasa kehangatan sesama karyawan sehingga Emotional intelligence (EI) berperan
sangat penting disuatu perusahaan agar karyawan dapat mengontrol agar tidak
mengangau struktur organisasi yang sedang berjalan. Menurut Goleman (1995) EI
adalah cara untuk mengetahui perasaan apa yang anda rasakan serta mengontrol
perilaku tersebut tanpa membuat anda tenggelam, serta memotivasi anda untuk
dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan kreatif serta merasakan apa yang
orang lain rasakan. karyawan yang memiliki EI yang tinggi mendapatkan peran
yang lebih sehingga dapat memuaskan para konsumen (Abraham, 2003).
Kenapa psikologi capital menjadi
suatu hal yang penting bagi perusahaan ? karena psikologi capital, OCB, dan EI
memiliki hubungan yang sangat dekat. sehingga Dapat dikatakan bahwa psikologi
capital sangat terkait erat dengan EI
dan dapat mempengaruhi OCB. Karyawan yang memiliki psikologi capital yang
tinggi cenderung memiliki OCB. Penelitian George and Brief (1992) menemukan
bahwa karyawan yang memiliki psikologi positif akan langsung untuk membantu
rekan kerja dan menyelesaikannya bersama-sama. EI sendiri memiliki hubungan
yang signifikan dengan psikologi capital dan OCB. Penelitian Staw, Sutton, dan
Pelled (1994) dan Eljadi (2007) menemukan bahwa karyawan yang cerdas secara
emosional serta memiliki stabilitas psikologis bukan hanya memahami perasaan
diri sendiri tetapi memahami perasaan orang lain.
Refresensi
Robbins, S.P., Judge, T.A. (2013). Organizational Behavior. (15th ed.). Upper Saddle River,
NJ: Pearson
Pradhan, R.K., Jena, L.K., & Bhattacharya, P. (2016). Impact
Psychologycal Capitan On Organizational Citizenship Behavior: Moderating
Role of Emotional Intellegence. Cogent Bussines & management, 3(1), 1-16