Minggu, 30 Oktober 2016

Psikoanalisis

Teori Perkembangan Psikoanalsis




Psikoanalisis ditemukan oleh Sigmund Freud yang menurutnya bahwa jiwa memiliki tiga tingkat kesadaran, yakni sadar (conscious), prasadar (preconscious), tidak sadar (unconscious). sampai dengan tahun 1920an, teori konfilik kejiwaan hanya ketiga unsur ini yang dipakai hingga pada tahun 1923 Sigmund Freud memperkenalkan tiga model unsur yang lain yaitu id, ego, superego. Struktur baru ini memperbaiki ketiga unsur yang lama.

a) Sadar (conscious)

Tingkat kesadaran adalah hal-hal yang dapat kita cermati pada saat terntu. Menurut Sigmund Freud hanya sebagian kecil saja bagi kehidupan mental (fikiran, persepsi, perasaan, dan ingatan) yang termasuk kesadaran. Isi kesadaran adalah hasil penyaringan dari stimulus dan isi-isi dari daerah kesadaran hanya bertahan dalam waktu yang singkat lalu ditekan ke daerah preconscious atau unconscious.

b)  Pra-sadar (preconscious)

Pra-sadar adalah jembatan antara sadar (conscious) dan tidak sadar (unconscious). isi daerah preconscious berasal dari conscious dan unconscious. Pengalaman yang ditinggal oleh perhatian, semula disadari kemudian tidak lagi di cermati, dan akan pindah ke daerah prasadar. Dan di sisi lain kadang-kadang daerah tak sadar akan muncul di daerah prasadar. Materi tak sadar yang dapat muncul dalam prasadar dapat dalam bentuk simbolik, seperti mimpi, lamunan, ucap dan mekanisme pertahanan diri.

c) Tidak sadar (unconscious)

Tidak sadar adalah bagian paling dalam dari struktur kesadaran. Isi dari ketidak sadaran adalah insting, impuls, dan drive yang dibawa manusia dari lahir, serta pengalaman-pengalaman traumatik yang ditekan kesadaran ke daerah tidak sadar.


Komponen struktural

a) Id

Id adalah sistem kepribadian yang ada sejak lahir. Dapat berupa insting, impuls dan drive. Id beroprasi bedasarkan kenikmatan, yaitu meraih keikmatan dan menghindari rasa sakit. Id hanya mampu membayangkan khayalan tanpa bisa membedakannya dengan kenyataan dan juga Id tidak mampu membedakan yang benar dan yang salah. Jadi Id hanya dapat memikirkan bagaimana mendapatkan khayalan itu secara nyata tanpa memikirkan ketegangan. Karena alasan tersebut Id memunculkan ego

b) Ego

Ego berkembang dari id agar orang mampu untuk menangani realita yang ada; sehingga ego bekerja bedasarkan prinsip realita; usaha memperoleh kenikmatan yang dituntut oleh Id dengan mencegah tegangan baru atau menunda kenikmatan hingga sampai ditemukan obyek nyata yang dapat memuaskan kebutuhan.

c) Superego

Superego adalah kekuatan moral dan etik dari kepribadian yang memakai prinsip idealistik sebagai lawan dari prinsi kenikmatan Id dan prinsip realitas ego. Ada tiga fungsi ego yaitu; (1) mendorong ego menggantikan tujuan-tujuan realistik menjadi moralistik, (2) merintangi impuls Id, teruma impuls seksual dan agresif yang betentangan dengan nilai masyarakat, dan (3) mencari kesempurnaan 

sumber:

desyandri.wordpress.com/2014/01/21/teori-perkembangan-psikoanalisis-sigmund-freud/






Minggu, 16 Oktober 2016

Sejarah Psikologi Dari Timur

Sejarah Psikologi dari Timur

  •   India


Sebagai tempat kelahiran buddha, tempat historis umat hindu, target invasi dari muslim, dan ekspolitasi kolonial inggris menjadikan india sebagai storehouse pengetahuan-pengetahuan yang mendalam dan beravariasi.

Sebagian besar pengetahuan-pengetahuan kuno india berasal dari kitab veda yang berisi sekumpulan pelajaran, hymne,prosa, dan puisi yang disatukan menjadi pengajian lisan. Ada 4 kitab veda yang berthan hingga sekarang yaitu :

1. Rig-Veda: berisi hymne-hymne pemujaan
2. Sama-Veda: berisi pengetahuan tentang melodi
3. Yajur-Veda: berisi ritual pengorbanan
4. Atharva-Veda: berisi hal-hal magis

Tiap kitab dibagi 4 sektor, yakni mantras (hymne), Brahmas (doa-doa ritual), Arayanka (teks khusus petapa), Upanishads (kajian bagi para filsuf). Rig-Veda mingkin adalah kitab yang paling populer karena literaratur tersebut berisi hymne atau puisi pemujaan bagi objek ibadah, matahari, bulan, angin, fajar , dan api. Upanishad lebih menenkankan kebijaksanaan ajaran hindu dalam kaitanya dengan manusia dan dunianya.

Tujuan-tujuan yang diungkap Upanishad menuntun kita pada psikologi yang bertentangan dengan dasar filosofis ajaran barat. dan lambat laun Uphanishad mengakui bahwa individu menegaskan dirinya sebagai adaptasi dan perkembangan yang sempurna.

Implikasi penting falsafah hindu dalam psikologi:

1. individu memiliki karakteristik sebagai bagian dari pada kesatuan yang lebih besar.
2. Indikasi individualitas dipandang bukan hanya berarti bagi dirinya sendiri, tetapi lebih kepada sebuah aktivitas yang diminimalkan dan dihindari
3. Penekanan pada humanisme yang bedasrkan ajaran agama hindu


Buddism

Ajarannya bertumpu pada kesusahan dan kesengsaraan yang melingkupi manusia, pada intinya pencapaian Nirvana dengan hidup abadi, sejenis pembebas pada ajaran hindu.

Filsafat religinya menitikberatkan bahwa pengetahuan indrawi adalah satu-satunya pengetahuan, kita sebagai manusia bebas memilih nasib karena sudah ditentukan oleh determinasi kebiasaan, hereditas, dan kejadian-kejadian lingkungan.


  •   Cina



Taoisme 

Lao Tze menulis buku Tao Te Ching (books ways and of vitue) yang mendasari ajaran Taoisme yang menawarkan jalan menuju kehidupan yang bijaksana, menolak bentuk pengetahuan agar hidup lebih simple dan dekat dengan alam. Taoisme tidak menawarkan alternatif, penjelasan realistis mengenai permasalahan kehidupan sehari-hari.

Confusius

Pemikiran Confusius ditulis dalam 9 seri buku. Lima buku pertama mejelaskan tentang norma kesopanan, komentar tentang I-ching, prinsip-prinsip moral, sejarah negara, dan legenda ternama cina. Keempat buku terakhirnya berisi ajaran-ajaran filosofinya. Ajaran moral Confusius bedasarkan komitmen individu dalam penghormatan, kejujuran, dan harmoni pribadi. Menurutnya, keluarga merupakan unit kritik sosial yang mendorong individu dan bertindak sebagai pembatas terhadap lingkungan sosial yang lebih kompleks.

Filsafat konfusiusme mengarah kepada pada konservatisme yang menyokong komunitas cina, menekankan kepada keluarga, ciri khasnya loyalitas pada hubungan basic framework di dalam intitusi politik, pendidikan, militer dan ekonomi.


Dalam filosofi cina kemampuan intelektual tidak menempati peranan dominan. Isu-isu religius, moral, dan politik yang dipadukan memberikan pengaruh terhadap pada perhatian ilmiah, termasuk psikologi

Psikologi dibatasi dalam konformitas dan non-konformitas dengan etika moral yang diterima masyarakat isu-isi psikologi diintregasikan dengan tujuan-tujuan keabadian melalui kebajikan dan kejujuran.

  •  Perbedaan psikologi barat dan timur

  
Kalau barat lebih mengandalkan akal sebagai alat utama untuk bernalar dan mendapatkan pengetahuan. Pengatahuan itu dijadikan untuk menguasai dunia, sedangkan timur lebih mengutamakan hati yang merupakan pemersatu akal dan intuisi atau intelegensi dan perasaan. Pengetahuan berguna untuk menjadi bijaksana mengambil keputusan dan dalam mengahadapi kehidupan yang sulit.


Refrensi:



Sejarah Psikologi di Indonesia

lSejarah Psikologi Di Indonesia




 Sejarah

Awal masuknya psikologi dibawa oleh Slamet Imam Santoso pada tahun 1965. dia adalah profesor psikatri kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Pada saat pidatonya pengukuhan profesornya dia menceritakan pengalaman bagaimana dia saat menangani pasien-pasiennya yang adalah anggota militer dan pegawai sipil. Dimana para pasienya memiliki gangguan psikosomatis yang menjadiakannya tidak mampu menyelesaikan perkerjaan barunya setelah indonesia mengambil alih kepemerintahan dari belanda pada tahun 1950. dari situ dia berpendapat bahwa psikatri membutuhkan ilmu psikologi untuk mejelaskan potensi-potensi pada manusia untuk berkerja lebih baik.

Setelah pidato itu diselenggarakan lah kursus pelatihan di Universitas Indonesia dan beberapa tahun kemudian berubah menjadi Jurusan Psikologi di Fakultas Kedokteran Universitas indonesia. ditunjuklah Slamet sebagai ketua jurusan tersebut. Dan yang pertama lulus dari jurasan psikologi adalah Fuad Hassan pada tahun 1958. pada tahun 1960 jurusan psikologi berdiri sendiri menjadi Fakultas Psikologi yang dimana Slamet sebagai dekan pertama sebelum digantikan Fuad Hassan.

Pada tahun 1950-an beberapa psikolog dikirim oleh pemerintah untuk menjalani pendidikan di belanda dan jerman. Setelah sekembalinya menjalani pendidikan mereka ditempatkan di angkatan udara dan angkatan darat selebihnya ditemptkan di jakata sebagai staff di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Pada awalnya, psikologi merupakan bagian dari fakultas ilmu-ilmu sosial dan pada tahun 1992 berkembang menjadi Fakultas Psikologi.

Tokoh-tokoh

1. Prof.Dr. Slamet Imam Santoso (1907-2004)
   
2.  Prof.Dr. Fuad hassan (1929-2007)
    
3.   Prof.Dr. Sarlito Wirawan Sarwono



Refrensi:



    

   
   

Minggu, 02 Oktober 2016

Komparasi Pada Masa Yunani Kuno, Pertenghan, Reinaissans

Komparasi pada masa Yunani kuno, Pertengahan, dan Reinaissan

  •  Yunani Kuno


Orang-orang yunani pada masa ini segala sesuatu itu masih dikaitkan dengan mitos atau dongeng-dongeng. Yang artinya segala akal pikir (logos) tidak berarti, maka yang berlaku hanya suatu kebenaran yang bersumber dari mitos atau dongeng-dongeng tersebut.

Kemudian mulai muncul sejumlah ahli yang menentang segala sesuatu berasal dari mitos atau dongeng. Mereka menginkan pertanyaan tentang bagaimana alam semesta ini diciptakan. Pada masa ini para ahli mencari keterang-keterangan bagaimana alam semesta diciptakan beserta isinya, tetapi keterangan tersebut masih bedasarkan kepercayaan. Para ahli masih tidak puas akan keterangan tersebut maka mereka mencari dengan akal budi mereka. Mereka menanyakan dan mencari jawaban apa itu alam semesta, apakah intisarinya?

Pada masa yunani kuno bisa disebut filasafat alam. Karena pada periode ini muncul para ahli pikir alam. Dimana pemikiran mereka masih berasal dari pengalaman atau pengamatan yang ada di sekitar mereka. Mereka membuat pertanyaan-pertanyaan berasal dari gejala alam yang bersifat filsafati (bedasarkan akal pikiran) bukan dari mitos atau dongeng-dongeng.

Tokoh-tokohnya:

1. Thales (625-545 SM)
2. Anaximandros (640-546 SM)
3. Anaximenes (abad 6 SM)

  •  Pertengahan atau Masa Tokoh-tokoh Gereja


Masa ini dimulai disaat runtuhnya kerajaan romawi barat dan lahirnya kerajaan romawi timur yang berpusat di konstantinopel (sekarang instambul) dan berakahir dengan ditemukanya benua amerika oleh colombus.

Pada masa ini lahirnya filsafat eropa. Sebagaiman pada masa yunani kuno dipengaruhi oleh kepercayaan. Maka pada masa pertengahan banyak dipengaruhi kepercayaan kristen. Dimana segala permasalahan atau persoalan dipecahkan dengan didasari oleh agama.

Memang pada saat abad pertengahan didominasi oleh agama kristen yang dimana diisi oleh golongan rohanian atau biarawan katolik. Minat dan pikiran mereka tercurah pada ajaran agama kristen. Akan tetapi sebenarnya bukan semata-mata hanya berisi dogma atau anjuran agama kristen. Sebagaimana nanti tema yang diangkat pada masa ini adalah hubungan iman yang bedasarkan wahyu yang diturunkan Allah sebagaimana yang dijelaskan di dalam kitab suci bedasarkan kemampuan ratio manusia. Sehingga tidak semua akur dalam memberikan jawaban.

Pada masa ini juga memiliki problem dalam kefilsafatan karena pada saat itu hanya wahyu dari Tuhanlah yang paling benar. Hal ini berbeda dengan pandangan pada masa yunani kuno yang dimana kebenaran dapat dicapai oleh kemampuan akal.

Tokoh-Tokonya :

1. St. Augustine (354-430)
2. St. Thomas Aquinas (1225-1274)

  •   Reinaissan


Pada masa ini bisa dikatakan sebagi masa kebangkitan dari bangsa eropa. Pada masa ini juga orang eropa mulai berpandangan bahwa bukan hanya untuk memikirkan nasib di akhirat tetapi memulai memikirkan bagaimana nasib di dunia. Pada masa ini juga bangkitnya seni,sastra, sejarah dan hukum.

Renaissance mengajarkan kepada manusia untuk memanfaatkan kemampuan dan pengetahuannya bagi pelayanan kepada sesama. Manusia hendaknya menjalani kehidupan secara aktif memikirkan kepentingan umum bukan hidup bersenang-senang dalam belenggu moral dan ilmu pengetahuan di menara gading. Manusia harus berperan aktif dalam kehidupan, bukan sifat pasif seraya pasrah pada takdir. Namun, manusia menjadi pusat segala hal dalam kehidupan atau Antoposentrisme.

Tokoh-tokohnnya:

1. Franci Bacon (1561-1626)
2. Rene Descartes (1596-1650)