Sejarah Psikologi dari Timur
Sebagai tempat kelahiran buddha, tempat historis umat hindu, target invasi dari muslim, dan ekspolitasi kolonial inggris menjadikan india sebagai storehouse pengetahuan-pengetahuan yang mendalam dan beravariasi.
Sebagian besar pengetahuan-pengetahuan kuno india berasal dari kitab veda yang berisi sekumpulan pelajaran, hymne,prosa, dan puisi yang disatukan menjadi pengajian lisan. Ada 4 kitab veda yang berthan hingga sekarang yaitu :
1. Rig-Veda: berisi hymne-hymne pemujaan
2. Sama-Veda: berisi pengetahuan tentang melodi
3. Yajur-Veda: berisi ritual pengorbanan
4. Atharva-Veda: berisi hal-hal magis
Tiap kitab dibagi 4 sektor, yakni mantras (hymne), Brahmas (doa-doa ritual), Arayanka (teks khusus petapa), Upanishads (kajian bagi para filsuf). Rig-Veda mingkin adalah kitab yang paling populer karena literaratur tersebut berisi hymne atau puisi pemujaan bagi objek ibadah, matahari, bulan, angin, fajar , dan api. Upanishad lebih menenkankan kebijaksanaan ajaran hindu dalam kaitanya dengan manusia dan dunianya.
Tujuan-tujuan yang diungkap Upanishad menuntun kita pada psikologi yang bertentangan dengan dasar filosofis ajaran barat. dan lambat laun Uphanishad mengakui bahwa individu menegaskan dirinya sebagai adaptasi dan perkembangan yang sempurna.
Implikasi penting falsafah hindu dalam psikologi:
1. individu memiliki karakteristik sebagai bagian dari pada kesatuan yang lebih besar.
2. Indikasi individualitas dipandang bukan hanya berarti bagi dirinya sendiri, tetapi lebih kepada sebuah aktivitas yang diminimalkan dan dihindari
3. Penekanan pada humanisme yang bedasrkan ajaran agama hindu
Buddism
Ajarannya bertumpu pada kesusahan dan kesengsaraan yang melingkupi manusia, pada intinya pencapaian Nirvana dengan hidup abadi, sejenis pembebas pada ajaran hindu.
Filsafat religinya menitikberatkan bahwa pengetahuan indrawi adalah satu-satunya pengetahuan, kita sebagai manusia bebas memilih nasib karena sudah ditentukan oleh determinasi kebiasaan, hereditas, dan kejadian-kejadian lingkungan.
Taoisme
Lao Tze menulis buku Tao Te Ching (books ways and of vitue) yang mendasari ajaran Taoisme yang menawarkan jalan menuju kehidupan yang bijaksana, menolak bentuk pengetahuan agar hidup lebih simple dan dekat dengan alam. Taoisme tidak menawarkan alternatif, penjelasan realistis mengenai permasalahan kehidupan sehari-hari.
Confusius
Pemikiran Confusius ditulis dalam 9 seri buku. Lima buku pertama mejelaskan tentang norma kesopanan, komentar tentang I-ching, prinsip-prinsip moral, sejarah negara, dan legenda ternama cina. Keempat buku terakhirnya berisi ajaran-ajaran filosofinya. Ajaran moral Confusius bedasarkan komitmen individu dalam penghormatan, kejujuran, dan harmoni pribadi. Menurutnya, keluarga merupakan unit kritik sosial yang mendorong individu dan bertindak sebagai pembatas terhadap lingkungan sosial yang lebih kompleks.
Filsafat konfusiusme mengarah kepada pada konservatisme yang menyokong komunitas cina, menekankan kepada keluarga, ciri khasnya loyalitas pada hubungan basic framework di dalam intitusi politik, pendidikan, militer dan ekonomi.
Dalam filosofi cina kemampuan intelektual tidak menempati peranan dominan. Isu-isu religius, moral, dan politik yang dipadukan memberikan pengaruh terhadap pada perhatian ilmiah, termasuk psikologi
Psikologi dibatasi dalam konformitas dan non-konformitas dengan etika moral yang diterima masyarakat isu-isi psikologi diintregasikan dengan tujuan-tujuan keabadian melalui kebajikan dan kejujuran.
- Perbedaan psikologi barat dan timur
Kalau barat lebih mengandalkan akal sebagai alat utama untuk bernalar dan mendapatkan pengetahuan. Pengatahuan itu dijadikan untuk menguasai dunia, sedangkan timur lebih mengutamakan hati yang merupakan pemersatu akal dan intuisi atau intelegensi dan perasaan. Pengetahuan berguna untuk menjadi bijaksana mengambil keputusan dan dalam mengahadapi kehidupan yang sulit.
Refrensi: