Senin, 12 Desember 2016

behaviorisme, kognitif dan psikoanalisis

Behaviorisme berasumsi segala tingkah laku manusia berasal dari pengalaman-pengalaman yang di laluinya. Behaviorisme mengutamakan perilaku yang dapat diamati, sebagai lawan kejadian internal seperti berpikir dan emosi. Perilaku menurut behaviorisme adalah hasil dari adanya stimulus dan adanya respon dari stimulus tersebut.

Kognitif lebih luas pemahamannya. Kalau behaviorisme melihat tingkah laku yang hanya bisa diamati dan tidak bisa melihat apa yang manusia itu pikirkan karena itu penilainya tidak objektif. Sedangkan kognitif lebih mempercayai bahwa tingkah laku yang tidak bisa diamati dapat kita lihat melalui eksperimen. Psikologi kognitif mempercayai bahwa proses mediational terjadi antara stimulus/input dan respon/output

Proses meditional (mental) bisa berupa memori, persepsi, perhatian, memecahkan masalah, dan lain-lain. Kenapa disebut proses mediational karena mereka memediasi (yaitu perantara) antara stimulus dan respon. Mediasi ini datang sesudah stimulus dan sebelum respon.

Psikoanalisis berasumsi bahawa segala masalah psikologis berasal dari pikiran bawah sadar manusia. Psikoanalisi juga berasumsi bahwa perilaku manusia berasal dari pengalaman-pengalaman pada masa kanak-kanak. Apa yang membedakan psikoanalisis dengan kognitif dan behaviorisme yaitu psikoanalisis bahwa tingkah laku itu berasal dari bawah sadar manusia dan tidak peduli bagaimana stimulus dan respon itu terjadi.


Refrensi:


Minggu, 30 Oktober 2016

Psikoanalisis

Teori Perkembangan Psikoanalsis




Psikoanalisis ditemukan oleh Sigmund Freud yang menurutnya bahwa jiwa memiliki tiga tingkat kesadaran, yakni sadar (conscious), prasadar (preconscious), tidak sadar (unconscious). sampai dengan tahun 1920an, teori konfilik kejiwaan hanya ketiga unsur ini yang dipakai hingga pada tahun 1923 Sigmund Freud memperkenalkan tiga model unsur yang lain yaitu id, ego, superego. Struktur baru ini memperbaiki ketiga unsur yang lama.

a) Sadar (conscious)

Tingkat kesadaran adalah hal-hal yang dapat kita cermati pada saat terntu. Menurut Sigmund Freud hanya sebagian kecil saja bagi kehidupan mental (fikiran, persepsi, perasaan, dan ingatan) yang termasuk kesadaran. Isi kesadaran adalah hasil penyaringan dari stimulus dan isi-isi dari daerah kesadaran hanya bertahan dalam waktu yang singkat lalu ditekan ke daerah preconscious atau unconscious.

b)  Pra-sadar (preconscious)

Pra-sadar adalah jembatan antara sadar (conscious) dan tidak sadar (unconscious). isi daerah preconscious berasal dari conscious dan unconscious. Pengalaman yang ditinggal oleh perhatian, semula disadari kemudian tidak lagi di cermati, dan akan pindah ke daerah prasadar. Dan di sisi lain kadang-kadang daerah tak sadar akan muncul di daerah prasadar. Materi tak sadar yang dapat muncul dalam prasadar dapat dalam bentuk simbolik, seperti mimpi, lamunan, ucap dan mekanisme pertahanan diri.

c) Tidak sadar (unconscious)

Tidak sadar adalah bagian paling dalam dari struktur kesadaran. Isi dari ketidak sadaran adalah insting, impuls, dan drive yang dibawa manusia dari lahir, serta pengalaman-pengalaman traumatik yang ditekan kesadaran ke daerah tidak sadar.


Komponen struktural

a) Id

Id adalah sistem kepribadian yang ada sejak lahir. Dapat berupa insting, impuls dan drive. Id beroprasi bedasarkan kenikmatan, yaitu meraih keikmatan dan menghindari rasa sakit. Id hanya mampu membayangkan khayalan tanpa bisa membedakannya dengan kenyataan dan juga Id tidak mampu membedakan yang benar dan yang salah. Jadi Id hanya dapat memikirkan bagaimana mendapatkan khayalan itu secara nyata tanpa memikirkan ketegangan. Karena alasan tersebut Id memunculkan ego

b) Ego

Ego berkembang dari id agar orang mampu untuk menangani realita yang ada; sehingga ego bekerja bedasarkan prinsip realita; usaha memperoleh kenikmatan yang dituntut oleh Id dengan mencegah tegangan baru atau menunda kenikmatan hingga sampai ditemukan obyek nyata yang dapat memuaskan kebutuhan.

c) Superego

Superego adalah kekuatan moral dan etik dari kepribadian yang memakai prinsip idealistik sebagai lawan dari prinsi kenikmatan Id dan prinsip realitas ego. Ada tiga fungsi ego yaitu; (1) mendorong ego menggantikan tujuan-tujuan realistik menjadi moralistik, (2) merintangi impuls Id, teruma impuls seksual dan agresif yang betentangan dengan nilai masyarakat, dan (3) mencari kesempurnaan 

sumber:

desyandri.wordpress.com/2014/01/21/teori-perkembangan-psikoanalisis-sigmund-freud/






Minggu, 16 Oktober 2016

Sejarah Psikologi Dari Timur

Sejarah Psikologi dari Timur

  •   India


Sebagai tempat kelahiran buddha, tempat historis umat hindu, target invasi dari muslim, dan ekspolitasi kolonial inggris menjadikan india sebagai storehouse pengetahuan-pengetahuan yang mendalam dan beravariasi.

Sebagian besar pengetahuan-pengetahuan kuno india berasal dari kitab veda yang berisi sekumpulan pelajaran, hymne,prosa, dan puisi yang disatukan menjadi pengajian lisan. Ada 4 kitab veda yang berthan hingga sekarang yaitu :

1. Rig-Veda: berisi hymne-hymne pemujaan
2. Sama-Veda: berisi pengetahuan tentang melodi
3. Yajur-Veda: berisi ritual pengorbanan
4. Atharva-Veda: berisi hal-hal magis

Tiap kitab dibagi 4 sektor, yakni mantras (hymne), Brahmas (doa-doa ritual), Arayanka (teks khusus petapa), Upanishads (kajian bagi para filsuf). Rig-Veda mingkin adalah kitab yang paling populer karena literaratur tersebut berisi hymne atau puisi pemujaan bagi objek ibadah, matahari, bulan, angin, fajar , dan api. Upanishad lebih menenkankan kebijaksanaan ajaran hindu dalam kaitanya dengan manusia dan dunianya.

Tujuan-tujuan yang diungkap Upanishad menuntun kita pada psikologi yang bertentangan dengan dasar filosofis ajaran barat. dan lambat laun Uphanishad mengakui bahwa individu menegaskan dirinya sebagai adaptasi dan perkembangan yang sempurna.

Implikasi penting falsafah hindu dalam psikologi:

1. individu memiliki karakteristik sebagai bagian dari pada kesatuan yang lebih besar.
2. Indikasi individualitas dipandang bukan hanya berarti bagi dirinya sendiri, tetapi lebih kepada sebuah aktivitas yang diminimalkan dan dihindari
3. Penekanan pada humanisme yang bedasrkan ajaran agama hindu


Buddism

Ajarannya bertumpu pada kesusahan dan kesengsaraan yang melingkupi manusia, pada intinya pencapaian Nirvana dengan hidup abadi, sejenis pembebas pada ajaran hindu.

Filsafat religinya menitikberatkan bahwa pengetahuan indrawi adalah satu-satunya pengetahuan, kita sebagai manusia bebas memilih nasib karena sudah ditentukan oleh determinasi kebiasaan, hereditas, dan kejadian-kejadian lingkungan.


  •   Cina



Taoisme 

Lao Tze menulis buku Tao Te Ching (books ways and of vitue) yang mendasari ajaran Taoisme yang menawarkan jalan menuju kehidupan yang bijaksana, menolak bentuk pengetahuan agar hidup lebih simple dan dekat dengan alam. Taoisme tidak menawarkan alternatif, penjelasan realistis mengenai permasalahan kehidupan sehari-hari.

Confusius

Pemikiran Confusius ditulis dalam 9 seri buku. Lima buku pertama mejelaskan tentang norma kesopanan, komentar tentang I-ching, prinsip-prinsip moral, sejarah negara, dan legenda ternama cina. Keempat buku terakhirnya berisi ajaran-ajaran filosofinya. Ajaran moral Confusius bedasarkan komitmen individu dalam penghormatan, kejujuran, dan harmoni pribadi. Menurutnya, keluarga merupakan unit kritik sosial yang mendorong individu dan bertindak sebagai pembatas terhadap lingkungan sosial yang lebih kompleks.

Filsafat konfusiusme mengarah kepada pada konservatisme yang menyokong komunitas cina, menekankan kepada keluarga, ciri khasnya loyalitas pada hubungan basic framework di dalam intitusi politik, pendidikan, militer dan ekonomi.


Dalam filosofi cina kemampuan intelektual tidak menempati peranan dominan. Isu-isu religius, moral, dan politik yang dipadukan memberikan pengaruh terhadap pada perhatian ilmiah, termasuk psikologi

Psikologi dibatasi dalam konformitas dan non-konformitas dengan etika moral yang diterima masyarakat isu-isi psikologi diintregasikan dengan tujuan-tujuan keabadian melalui kebajikan dan kejujuran.

  •  Perbedaan psikologi barat dan timur

  
Kalau barat lebih mengandalkan akal sebagai alat utama untuk bernalar dan mendapatkan pengetahuan. Pengatahuan itu dijadikan untuk menguasai dunia, sedangkan timur lebih mengutamakan hati yang merupakan pemersatu akal dan intuisi atau intelegensi dan perasaan. Pengetahuan berguna untuk menjadi bijaksana mengambil keputusan dan dalam mengahadapi kehidupan yang sulit.


Refrensi:



Sejarah Psikologi di Indonesia

lSejarah Psikologi Di Indonesia




 Sejarah

Awal masuknya psikologi dibawa oleh Slamet Imam Santoso pada tahun 1965. dia adalah profesor psikatri kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Pada saat pidatonya pengukuhan profesornya dia menceritakan pengalaman bagaimana dia saat menangani pasien-pasiennya yang adalah anggota militer dan pegawai sipil. Dimana para pasienya memiliki gangguan psikosomatis yang menjadiakannya tidak mampu menyelesaikan perkerjaan barunya setelah indonesia mengambil alih kepemerintahan dari belanda pada tahun 1950. dari situ dia berpendapat bahwa psikatri membutuhkan ilmu psikologi untuk mejelaskan potensi-potensi pada manusia untuk berkerja lebih baik.

Setelah pidato itu diselenggarakan lah kursus pelatihan di Universitas Indonesia dan beberapa tahun kemudian berubah menjadi Jurusan Psikologi di Fakultas Kedokteran Universitas indonesia. ditunjuklah Slamet sebagai ketua jurusan tersebut. Dan yang pertama lulus dari jurasan psikologi adalah Fuad Hassan pada tahun 1958. pada tahun 1960 jurusan psikologi berdiri sendiri menjadi Fakultas Psikologi yang dimana Slamet sebagai dekan pertama sebelum digantikan Fuad Hassan.

Pada tahun 1950-an beberapa psikolog dikirim oleh pemerintah untuk menjalani pendidikan di belanda dan jerman. Setelah sekembalinya menjalani pendidikan mereka ditempatkan di angkatan udara dan angkatan darat selebihnya ditemptkan di jakata sebagai staff di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Pada awalnya, psikologi merupakan bagian dari fakultas ilmu-ilmu sosial dan pada tahun 1992 berkembang menjadi Fakultas Psikologi.

Tokoh-tokoh

1. Prof.Dr. Slamet Imam Santoso (1907-2004)
   
2.  Prof.Dr. Fuad hassan (1929-2007)
    
3.   Prof.Dr. Sarlito Wirawan Sarwono



Refrensi:



    

   
   

Minggu, 02 Oktober 2016

Komparasi Pada Masa Yunani Kuno, Pertenghan, Reinaissans

Komparasi pada masa Yunani kuno, Pertengahan, dan Reinaissan

  •  Yunani Kuno


Orang-orang yunani pada masa ini segala sesuatu itu masih dikaitkan dengan mitos atau dongeng-dongeng. Yang artinya segala akal pikir (logos) tidak berarti, maka yang berlaku hanya suatu kebenaran yang bersumber dari mitos atau dongeng-dongeng tersebut.

Kemudian mulai muncul sejumlah ahli yang menentang segala sesuatu berasal dari mitos atau dongeng. Mereka menginkan pertanyaan tentang bagaimana alam semesta ini diciptakan. Pada masa ini para ahli mencari keterang-keterangan bagaimana alam semesta diciptakan beserta isinya, tetapi keterangan tersebut masih bedasarkan kepercayaan. Para ahli masih tidak puas akan keterangan tersebut maka mereka mencari dengan akal budi mereka. Mereka menanyakan dan mencari jawaban apa itu alam semesta, apakah intisarinya?

Pada masa yunani kuno bisa disebut filasafat alam. Karena pada periode ini muncul para ahli pikir alam. Dimana pemikiran mereka masih berasal dari pengalaman atau pengamatan yang ada di sekitar mereka. Mereka membuat pertanyaan-pertanyaan berasal dari gejala alam yang bersifat filsafati (bedasarkan akal pikiran) bukan dari mitos atau dongeng-dongeng.

Tokoh-tokohnya:

1. Thales (625-545 SM)
2. Anaximandros (640-546 SM)
3. Anaximenes (abad 6 SM)

  •  Pertengahan atau Masa Tokoh-tokoh Gereja


Masa ini dimulai disaat runtuhnya kerajaan romawi barat dan lahirnya kerajaan romawi timur yang berpusat di konstantinopel (sekarang instambul) dan berakahir dengan ditemukanya benua amerika oleh colombus.

Pada masa ini lahirnya filsafat eropa. Sebagaiman pada masa yunani kuno dipengaruhi oleh kepercayaan. Maka pada masa pertengahan banyak dipengaruhi kepercayaan kristen. Dimana segala permasalahan atau persoalan dipecahkan dengan didasari oleh agama.

Memang pada saat abad pertengahan didominasi oleh agama kristen yang dimana diisi oleh golongan rohanian atau biarawan katolik. Minat dan pikiran mereka tercurah pada ajaran agama kristen. Akan tetapi sebenarnya bukan semata-mata hanya berisi dogma atau anjuran agama kristen. Sebagaimana nanti tema yang diangkat pada masa ini adalah hubungan iman yang bedasarkan wahyu yang diturunkan Allah sebagaimana yang dijelaskan di dalam kitab suci bedasarkan kemampuan ratio manusia. Sehingga tidak semua akur dalam memberikan jawaban.

Pada masa ini juga memiliki problem dalam kefilsafatan karena pada saat itu hanya wahyu dari Tuhanlah yang paling benar. Hal ini berbeda dengan pandangan pada masa yunani kuno yang dimana kebenaran dapat dicapai oleh kemampuan akal.

Tokoh-Tokonya :

1. St. Augustine (354-430)
2. St. Thomas Aquinas (1225-1274)

  •   Reinaissan


Pada masa ini bisa dikatakan sebagi masa kebangkitan dari bangsa eropa. Pada masa ini juga orang eropa mulai berpandangan bahwa bukan hanya untuk memikirkan nasib di akhirat tetapi memulai memikirkan bagaimana nasib di dunia. Pada masa ini juga bangkitnya seni,sastra, sejarah dan hukum.

Renaissance mengajarkan kepada manusia untuk memanfaatkan kemampuan dan pengetahuannya bagi pelayanan kepada sesama. Manusia hendaknya menjalani kehidupan secara aktif memikirkan kepentingan umum bukan hidup bersenang-senang dalam belenggu moral dan ilmu pengetahuan di menara gading. Manusia harus berperan aktif dalam kehidupan, bukan sifat pasif seraya pasrah pada takdir. Namun, manusia menjadi pusat segala hal dalam kehidupan atau Antoposentrisme.

Tokoh-tokohnnya:

1. Franci Bacon (1561-1626)
2. Rene Descartes (1596-1650)


Sabtu, 24 September 2016

Rationalisme

Rationalisme

Rasionalisme berasal dari bahasa inggris yaitu Rasionalism. dalam bahasa latin ratio artinya akal” berarti rasionalisme yaitu aliran yang mengutamakan akal dan pikiran. Penganut paham ini menekankan akal sebagi sumber utama dari pengetahuan.

Tokoh-tokoh Rasionalisme

1. Rene Descartes
  
Filsuf pertama adalah Rene Descartes (31 Maret 1956 - 11 Februari 1650) adalah seorang filsuf perancis, matematikawan, fisikawan, dan penulis. Dia yang menemukan tentang sistem kordinat cartesius.yang terkenal bukan hanya kordinat cartesius saja tetapi pemikiran-pemikirannya yaitu Cagto Ergo Sum. 

Cagto Ergo Sum adalah metode yang di hasilkan Rene Descartes dengan menjunjung tinggi keraguan itu untuk mengungkapkan kebenaran. Ia menyimpulkan ketika seseorang bermimpi saat tidurnya dia akan mengalaminya di saat dia terbangun dari tidurnya. Dalam hal ini sudah jelas bahwa ketika bermimpi dengan kejadian nyata tidak ada batasan yang pasti. Dari hal itu keraguannya muncul dan ia meragukan keberadaanya. Dari hal itu yang tidak dapat di ragukan adalah rasa ragu tersebut. Nah dari situ basis dari filsafat Descartes. Saya ragu berarti saya berfikir dan berfikir berarti saya ada. Cagto Ergo Sum (saya berfikir karena saya ada)

2. Baruch de Spinoza 

Filsuf kedua adalah Baruch de Spinoza (24 November 1632 - 21 Februari 1677). ia lahir dikota Amsterdam dari pasangan yahudi yang mengungsi di dari portugal. Ia memiliki 3 pemikiran yaitu substansi tunggal, teori politik, teori emosi. Dari ketiga pemikiran itu yang paling terkenal adalah substansi tunggal Tuhan dan Alam.

Melalui bukunya yang berjudul Ethica, ordine geometrico demonstrata (Etika yang dibuktikan dengan cara geometris). dia menanggapi atau menjawab permasalahan dari filsafat Descartes dengan memberikan penjelasan tentang substansi. Substansi dapat dipahami sebagai sesuatu yang ada dalam dirinya dan dipikirkan olehnya sendiri. Menurut ia, substansi itu sifatnya abadi, tidak terbatas, mutlak, dan tunggal-utuh. Menurutnya hanya ada satu yang  pantas dari definisi tersebut yaitu Tuhan. Hanya Tuhan yang memilikis sifat abadi. Karena hanya Tuhan adalah satu-satunya substansi berati semua yang ada di dunia berasal dari Tuhan, dari jasmaniah (manusia, flora, dan fauna) dan rohani (perasaan, kehendak, dan pemikiran ). dan yang dapat memusnakan atau menghancurkannya hanya tuhan.

3.  Nicolas Malebranche 

 Nicolas Malebranche adalah pendeta roma berkebangsaan perancis, putra termuda dari Raja Louise XII. Karya utama dari Melebranche adalah Recherce de la vérité (on the search for the truth, 1647).

Pusat dari gagasan metafisika Melebranche adalah doktrin utamanya “kita melihat semua dalam tuhan” (we see all things in god). pengetahuan yang didapat manusia baik itu internal maupun eksternal tidak akan mungkin berasal dari hasil hubungan antara manusia dan tuhan. Dan pendapat menurut Descartes bahwa manusia dapat mencerap secara langsung dirinya sendiri di bantah oleh Melebranche ia mengatakan bahwa memang manusia dapat mengetahui dirinya akan tetapi manusia tidak dapat mengetahui siapa sehunggunya dirinya. Dia juga menolak pendapata Cartesian bahwa manusia dapat diketahui tanpa demonstrasi sedangkan tuhan memerlukanya Melebranche berpendapat bahwa alam dari manusia tidak dapat diketahui sedangkan tuhan adalah sebuah kemsestian yang tidak dapat memerlukan bukti apapun.


sumber

http://www.academia.edu/4751414/Filsafat_Pasca_Descartes_Menjawab_Dualisme_Metafisik_Cartesian_Pendahuluan_Dualisme_Jiwa-Materi_Descartes
https://afidburhanuddin.files.wordpress.com/2012/11/descartes_ed1.pdf




Minggu, 18 September 2016

sejarah pskologi

Sejarah 

Psikologi dibagi mejadi dua masa yaitu masa disaat psikologi menjadi bagian dari filsafaat dan masa dimana psikologi menjadi bagian suatu ilmu

1. psikologi masih menjadi bagian dari filsafat

Pada saat psikologi belum menjadi suatu cabang ilmu pengetahuan sebenarnya psikologi menjadi bagian dari filsafat pada saat yunani kuno yaitu sejak 500-600  SM. Di antara para filsuf itu adalah Thales (624-548 SM)

  • Thales (624-528 SM) mengemukakan bahwa jiwa itu sesuatu yang ghaib atau supranatural menurutnya jiwa itu tidak ada yang ada di alam hanyalah gejala alam dan segala macam gejala alam itu berasal dari air


  • Anaximander (611-546 SM) membantah apa yang diutarakan oleh Thales dia mengatakan bahwa segala sesuatu berasal dari apeiron. Yang berarti tidak terbatas, tak berbentuk, dan tidak bisa mati sama seperti Tuhan kita dimas kini. Maka itu artiya jiwa itu ad
  •  Anaximenes (490-430 SM) dia menyutujui pendapat Anaximander bahwa jiwa itu ada dan segala sesuatu berasal dari udara



  •  Empedokles (490-430 SM) dia berpendapat bahwa ada empat elemen dasar, yaitu bumi/tanah, udara, air, dan api. Di ibaratka manusia itu sama seperti keempat elemen, yaitu tulang/otot/usus (dari bumi/tanah), fungsi hidup (udara), rasio (api), cairan tubuh (air). 


 Bedasrkan pendapat para filsuf diatas. Maka lahirlah pemahaman monoism yaitu tubuh dan pikiran itu menyatu. Di samping pemahaman monoism tumbuh pula pemahaman dualism bahwa tubuh dan pikiran itu terpisah.

Tokoh yang berperan dalam paham dualism dan perkembangan psikologi yaitu Sokrates (469-399 SM), Plato (427-347 SM), Aristoteles (384-322 SM) mereka ini adalah tiga serangkai yang menganut paham dualism.

  •  Sokrates (469-399 SM) dia memperkenalkan meutics. Yaitu wawancara yang mengelurakan pikira-pikiran dari seseorang. dia menyimpulkan dengan wawancara ini seseorang memiliki jiwa dibalik tubunya


  •  Plato (427-349 SM) ia berpendapat kejiwaan berisi tentang pengalaman-pengalaman di masa hidupnya. Jiwa diberi nama psyche”. menurut dia psyche dibagi tiga, yaitu Logisticon (akal), Thumeticon (rasa), dan Abdomen (kehendak).


  • Aristoteles (384-322 SM) ia memiliki keyakinan bahwa segasa sesuatu yang berbentuk kejiwaan (form) pasti menempati suatu wujud (matter). wujud ini merupakan pernyataan atau eksperesi dari jiwa. Hanya Tuhan satu-satunya yang tidak memiliki wujud Tuhan adalah “form” tanpa “matter”. dengan pandanganya membuat disebut penganut paham empirisme.


2. psikologi menjadi sutu cabang ilmu 

Berakhirnya masa dimana psikologi masih menjadi bagian dari filsafat disaat dengan berdirinya laboraturium psikologi pertama wilheim wund 1881 di lepzig, jerman.

Wilheim wund Wundt berupaya memahami pikiran manusia dengan mengidentifikasi elemen pembentuk kesadaran manusia, seperti halnya zat kimia yang bisa dibagi menjadi berbagai elemen. Dalam hal ini, Wundt menganggap psikologi sebagai ilmu, seperti halnya fisika dan kimia, dengan melihat bahwa kesadaran adalah kumpulan dari berbagai bagian yang bisa diidentifikasi. Walau secara luas dianggap sebagai seorang yang penting dalam kelahiran dan perkembangan psikologi, sumbangannya terhadap psikologi kontemporer banyak diperdebatkan oleh para ahli sekarang.


  

  
Sumber 


http://www.psychologymania.net/2010/03/wilhelm-wundt-bapak-penemu-psikologi.html  


Rabu, 07 September 2016

pengertian psikologi dan aliran-alirannya

Mungkin kalian bertanya-tanya apa sih psikologi itu ?  dan  mungkin dari kalian ada yang menjawab ilmu yang mempelajari tentang pikiran manusia. Sebenarnya psikologi berasal dari bahasa yunani yaitu psyche dan logos yang artinya jiwa dan ilmu nah dari situ kita dapat menarik kesimpulan bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari jiwa seseorang . sebelum masuk lebih dalam tentang psikologi sebaiknya kita artikan dulu apa sih jiwa itu ? jiwa  adalah cerminan dari perilaku dimunculkan seseorang dalam bentuk tindakan atau perbuatan yang dapat dilihat maupun yang tidak dapat dilihat.

Psikologi di bagi beberapa aliran salah satunya yaitu psikologi humanistik, behavior,psiko analisa.

Psikologi humanistik
Pskologi humanistik lebih melihat pada sisi perkembangan kepribadian manusia. Pendekatan ini melihat kejadian yaitu bagaimana manusia membangun dirinya untuk melakukan hal-hal positif . kemampuan bertindak positif ini yang disebut sebagai  potensi manusia.

Psikologi behavior
Behaviorisme ingin menganalisis bahwa perilaku yang tampak saja yang dapat diukur, dan dilukiskan. Behaviorisme menyimpulkan bahwa kita pada saat lahir tidak memiliki pengetahuan apapun. Manusia akan berkembang bedasarkan pengalaman yang diterimanya dari lingkungan sekitarnya. Lingkungan yang buruk akan menghasilkan manusia yang buruk, lingkungan yang baik menghasilkan manusia yang baik. 

Psikoanalistik
Psikoanalistika dapat didefinisikan teori psikologi suatu bentuk psikoterapi, khususnya untuk pengobatan gangguan karakter atau kepribadian , dan metode untuk menyelidiki psikolog

Sumber