Peran SDM
dalam Revolusi 4.0 (Review Dosen Tamu)
Pada hari
Jumat tanggal 23 November 2018 bapak Josef Bataona memberikan materi mengenai
Peran SDM dalam Revolusi 4.0. bapak Josef Batona lahir di desa Lamalera,
Flores, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 11 juli 1953. Pada saat itu bapak Josef Batona menceritakan
bahwa di desa lamalera sendiri merupakan satu-satunya desa yang di perbolehkan
untuk memburu ikan paus secara resmi. Dia juga menceritakan perjuangannya untuk
bisa melanjutkan studinya setelah lulus SMA di Jakarta. Beliau sendiri pernah
bekerja sebagai Human Resource Director di PT. Unilever Indonesia, Tbk. Selanjutnya
beliau juga pernah menjadi Human Resource Director di PT. Bank Danamon Indonesia,
Tbk dan menjadi kepala devisi Human Resource di PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk.
Bapak Josep
Bataona menyampaikan bahwa isu yang terjadi sekarang di perusahaan sendiri
adalah moderenisasi. Yang dimana perusahaan sudah mencoba untuk menggantikan
karyawan menjadi sebuah mesin sehingga membuat para karyawan dan first graduate menjadi terancam.
Menurutnya moderenisasi bukan sebuah ancaman melainkan sebuah kesempatan,
kenapa ? karena di dalam diri manusia sendiri memiliki sesuatu yang unik yang
tidak dimiliki oleh mesin-mesin atau teknologi yang ada di perusahaan, hal-hal
unik tersebut yaitu kreatifitas, rasa hormat, etnis, budaya, dan lain-lain.
maka dari itu pak Josep Batona memiliki motto yaitu jadi lah diri mu sendiri
yang artinya setiap karyawan harus bisa menggali potensi yang ada di dalam
dirinya dan yakin terhadap potensi tersebut serta bersungguh-sungguh untuk
mengembangkan potensi yang ada.
Bapak Josep
Bataona juga menyampaikan bahwa profesi Human
Resource di perusahaan Indonesia sudah harus berkembang yang tadinya di
tahapan 3 yaitu menempatkan HR sebagai bagian dari penyusunan strategi bisnis
menjadi ke tahapan 4 yaitu HR juga harus menyadari bahwa untuk merumuskan suatu
nilai di dalam perusahaan bukan melihat kebutuhan dari karyawannya sendiri
tetapi juga harus melihat kebutuhan dari konsumen. Selain itu, menurut bapak Josep Bataona
perusahaan yang baik bisa dilihat dari bagaimana cara para petingginya memimpin
karyawan menurutnya bos yang baik itu adalah yang mengerti kapan menjadi teman
dan kapan harus menjadi bos maka dari itu pememimpin harus mengerti dan tulus
mendengarkan para karyawanya, iklas menerima feed back dari karyawannya atau mau menerima pendapat dari
karyawannya, dan mengharagai yang memberikan kritik.
Beliau juga
mengatakan bahwa untuk menjadi pemimipin suatu organisasi maka harus mampu
untuk menjadi pemimipin bagi dirinya sendiri. Beliau sendiri mengatakan ada 7
kriteria dalam memimpin diri sendiri yaitu, (1) mampu untuk mengelola emosi,
(2) mampu untuk mengelola waktu, (3) dapat memilih suatu prioritas dalam
mengambil keputusan, (4) dapat mengelola energy dalam dirinya, (5) mampu untuk
mengelola pemikiran, (6) mampu mngelola ucapan, dan (7) dapat mengelola
kehidupan pribadinya.
Beliau juga
memberikan penjelasan mengenai bagaimana cara rekrutmen di PT. Unilever
Indonesia, Tbk. Di Unilever sendiri ketika rekrutmen para rekruter bukan hanya
mencari calon karyawan yang memenuhi kriteria saja tetapi sudah memikirkan
apakah calon karyawan tersebut dapat berpotensi untuk bisa manajer atau tidak
mereka menyebut tahap-tahap rekrutmen tersebut sebagai level. Selanjutnya di
Unilever sendiri ada 4 level yang harus di lalui oleh calon karyawan tersebut
agar dapat di terima menjadi karyawan Unilever Indonesia





