Kamis, 11 Oktober 2018

budaya organisasi 2



I. Latar Belakang

Keberhasilan suatu perusahaan atau organisasi dilihat ketika organisasi dapat mengelola sumber daya manuisianya untuk mencapai tujuan perusahaan..kesukesan yang didapat perusahaan tidak dapat tercapai ketika perusahaan tidak dapat menentukan budaya organisasinya karena setiap karyawan di dalam perusahaan pasti memiliki kepribadian, nilai-nilai, dan keyakinan yang berbeda satu sama lain. dengan karyawan yang memiliki masing-masing perbedaan maka tujuan tidak tercapai.
     Budaya organisassi bertujana untuk bagaimana seorang pemimipin untuk mengorganisasikan sumber dayanya dengan tepat dan efektif, menentukan serta mengarahkan mana saja yang boleh dilakukan, serta bagaimana organisasi meyelesaikan masalah yang dihadapi. Budaya organisasi juga dapat berpengaruh terhadap kinerja karyawan karena budaya organisasi mengarahkan karyawan bagaimana mereka berpirilaku ketika ketika bekerja, mengarahkan mana saja yang boleh dilakukan atau tidak boleh dilakukan, dan  cara karyawaan berkomunikasi satu sama lain.

II. Teori

Budaya Ogansiasi

Budaya organisasi berasal dari dua kata yaitu budaya dan organsasi budaya senidiri dapat diartikan sebagai makna dan keyakianan bersama yang dianut oleh para anggota organisasi yang menentukan sebagian besar cara bertindak, sedangkan organisasi adalah kesatuan sosial yang di koordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relative dapat didentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relative terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau kelompok tujuan.

Menurut Kreitner dan Knicki (2003), budaya organisasi merupakan nilai-nilai, asumsi-asumsi-asumsi dan norma-norma yang di yakini kebenerannya dipakai sebagai sarana, untuk lebih meningkatkan kualitas dari pegawai agar dapat mencapai tujuan dari perusahaan.selain itu menurut Jones (dalam Wirawan, 2009) budaya organisasi merupakan seperangkat nilai bersama yang mengontrol interaksi setiap anggota organsisasi, juga dengan pemasok, pelanggan, dan pihak-pihak lain di luar organsasi. Jadi inti dari budaya organisasi sendiri adalah nilai-nilai dasar, perilaku, dan cara bersosialisasi yang harus dipatuhi oleh setiap anggota organisasi dalam mejalankan pekerjaan baik itu di dalam organisasi maupun di luar organisasi

Kinerja karyawan

Kinerja merupakan singkatan dari kinetika energi kerja. Menurut wirawan (2009) kinerja adalah keluaran yang dihasilkan oleh fungsi-fungsi atau indikator indikator suatu pekerjaan atau profesi dalam waktu tertentu. selain itu, menurut pabundu (2010) kinerja adalah hasil-hasil fungsi pekerjaan/ kegiatan seseorang atau kelompok dalam suatu organisasi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor untuk mencapai tujuan organisasi dalam periode waktu tertentu .

III. Metode

Subjek yang di wawancarai berumur 63 tahun dan telah bekerja di Kompas Gramedia selama 34 tahun, di devisi percetakan bagian keuangan. Menurut subjek budaya organisasi itu sebagai kegiatan di luar pekerjaan yang rutin seperti koperasi, atau olahraga. Budaya organisasi yang ada di Kompas Gramedia yaitu kekeluargan dan kerjasama. Menurut subjek budaya organisi dibutuhkan agar sesama karyawan di setiap unit saling menganal satu sama lain. pengaruh budaya organsisi di Kompas Gramedia menurut subjek yaitu sesama karyawan dapat bersilahturahim dan saling mengenal satu sama lain. cara meningkatkan budaya organisasi yaitu dengan diakan event-event agar karyawan agar karyawan dapat saling mengenal. Sosok yang menginspirasi Ibu paryati adalah atasannya karena dapat membuat karyawan termotivasi. Di Kompas Gramedia sendiri biasanya satu tahun sekali diadakan event-event seperti perlombaan untuk meningkatkan budaya organisasi mengenai kekeluargaan dan kerjasama. Yang perlu ditingkatkan dari budaya organisasi di Kompas Gramedia yaiitu perlunya adanya trainer atau pelatih untuk meningkatkan serta fasilitas-fasilitas. Hambatan dalam menjalankan budaya organisisi menurut subjek adalah pekerjaannya menjadi terttunda.

Analisis

Bedasrkan hasil wawancara subjek masih kurang memahami apa itu budaya organisasi terlihat jawaban subjek kurang mengarah kepada suatu niali-nilai tertentu, tetapi subjek sendiri sudah memiliki sedikit pemahaman mengenai budaya perusahaan tempat dia bekerja yaitu kekeluargann dan kejasasam. karena pemahamannya kurang maka subjek tidak mengetahui apakah niliai-nilai budaya organisi telah sesui atau tidak dengan perusahan.

Kesimpulan

kesimpulanya adalah budaya organisasi merupakan elemen penting yang harus dalam suatu organisiasi karena budaya organisasi menyatukan nilai-nilai dan keyakinan masing anggota organisasi jika hal tersebut tidak berhasil maka tujuan perusahaan akan cenderung lama untuk dicapai. Keberhasilan suatu organisasi dilihat dari bagaimana cara organisasi dapat mengelola perbedaan dari setiap anggota organisasi tersebut menjadi suatu potensi yang dapat mengembangkan organisasi tersebut.

Daftar Pustaka
Duha, T. (2016). Perilaku Organisiasi. Edisi Pertama.Yogyakarta: Deepublish
Tobari. (2015). Membangun Budaya Organisasi Pada Instansi Pemerintahan. Edisi Pertama. Yogyakarta:Deepublish
Sanjaya et all. (2017). Pengaruh Budaya Kerja, Kemampuan, dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan Bagian Produksi Pada PT. PhaprosTbk Semarang. Jurnal of Managemen Universitas Pandanara Semarang. 3 (2)

Rabu, 03 Oktober 2018

Budaya Organisasi


I. Latar Belakang

Keberhasilan suatu perusahaan atau organisasi dilihat ketika organisasi dapat mengelola sumber daya manuisianya untuk mencapai tujuan perusahaan..kesukesan yang didapat perusahaan tidak dapat tercapai ketika perusahaan tidak dapat menentukan budaya organisasinya karena setiap karyawan di dalam perusahaan pasti memiliki kepribadian, nilai-nilai, dan keyakinan yang berbeda satu sama lain. dengan karyawan yang memiliki masing-masing perbedaan maka tujuan tidak tercapai.
     Budaya organisassi bertujana untuk bagaimana seorang pemimipin untuk mengorganisasikan sumber dayanya dengan tepat dan efektif, menentukan serta mengarahkan mana saja yang boleh dilakukan, serta bagaimana organisasi meyelesaikan masalah yang dihadapi. Budaya organisasi juga dapat berpengaruh terhadap kinerja karyawan karena budaya organisasi mengarahkan karyawan bagaimana mereka berpirilaku ketika ketika bekerja, mengarahkan mana saja yang boleh dilakukan atau tidak boleh dilakukan, dan  cara karyawaan berkomunikasi satu sama lain.

II. Teori

Budaya Ogansiasi
Budaya organisasi berasal dari dua kata yaitu budaya dan organsasi budaya senidiri dapat diartikan sebagai makna dan keyakianan bersama yang dianut oleh para anggota organisasi yang menentukan sebagian besar cara bertindak, sedangkan organisasi adalah kesatuan sosial yang di koordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relative dapat didentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relative terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau kelompok tujuan.

Menurut Kreitner dan Knicki (2003), budaya organisasi merupakan nilai-nilai, asumsi-asumsi-asumsi dan norma-norma yang di yakini kebenerannya dipakai sebagai sarana, untuk lebih meningkatkan kualitas dari pegawai agar dapat mencapai tujuan dari perusahaan.selain itu menurut Jones (dalam Wirawan, 2009) budaya organisasi merupakan seperangkat nilai bersama yang mengontrol interaksi setiap anggota organsisasi, juga dengan pemasok, pelanggan, dan pihak-pihak lain di luar organsasi. Jadi inti dari budaya organisasi sendiri adalah nilai-nilai dasar, perilaku, dan cara bersosialisasi yang harus dipatuhi oleh setiap anggota organisasi dalam mejalankan pekerjaan baik itu di dalam organisasi maupun di luar organisasi

Kinerja karyawan
Kinerja merupakan singkatan dari kinetika energi kerja. Menurut wirawan (2009) kinerja adalah keluaran yang dihasilkan oleh fungsi-fungsi atau indikator indikator suatu pekerjaan atau profesi dalam waktu tertentu. selain itu, menurut pabundu (2010) kinerja adalah hasil-hasil fungsi pekerjaan/ kegiatan seseorang atau kelompok dalam suatu organisasi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor untuk mencapai tujuan organisasi dalam periode waktu tertentu .

III. Metode

Ibu Paryati sekarang berumur 63 tahun dan telah bekerja di Kompas Gramedia selama 34 tahun, di devisi percetakan bagian keuangan. Kompas Gramedia sendiri memiliki motto yaitu “menjadikan Kompas Gramedia sebagai percetakan yang terdepan di asia tenggara.”.cara komunikasi di Kompas Gramedia ini cenderung santai jadi tidak terlalu formal maupun informal serta tidak ada perbedaan komunikasi antara atasan dengan karyawan. Kompas Gramedia sendiri pakaian tidak terlalu di permasalahkan asalkan rapih dan sopan

Pada saat pengambilan keputusan di bagian keuangan semua turut dilibatkan untuk di minta pendapat setiap karyawan. Di bagian keuangan sendiri sering di adakan rapat guna mememcahkan masalah di bagian keuangan tersebut. Rapat tersebut di hadiri oleh kepala staff dan jajarannya dan di dalam rapat itu semuanya cenderung untuk diminta pendapatnya tergantung dari masalah yang akan di bahas seperti apa jika memang karyawan tidak bisa diminta pendapat maka keputusan ada di pimpinan.

Di bagian keuangan pembagian kerja bedasrkan tim sehingga ketika ada karyawan yang kesuasahan maka anggota tim akan membantu karyawan tersebut. Di bagian keuangan sendiri memiliki suasana kerja yang tidak kaku karyawan ketika bekerja diperbolehkan mengobrol Di bagian keuangan  Ketika karyawan melakukan kesaahan bentuk teguran pada karyawan bisa dibilang seperti ngobrol biasa tetapi tergantung, jika kesalahnnya fatal maka karyawan tersebut akan tetap di panggil oleh atasan. Di bagian keuangan sendiri kadang-kadang diadakan makan dan masak bareng  biayanya merupakan hasil patungan sesama karyawan.

Analisis
Bedasarkan hasil wawancara budaya organisasi yang ada di Perusahaan Kompas Gramedia bisa dibilang tidak terlalu mengekang karyawan telihat dimana aturan untuk pakaian yaitu santai dan santai serta tidak adanya perbedaan komunikasi antara pimpinan dengan karyawan itu sendiri. Untuk mencapai mottonya yaitu “menjadikan Kompas Gramedia sebagai percetakan yang terdepan di asia tenggara.” Kompas Gramedia mengutamakan kenyamana dan rasa saling membantu anatar karyawan dilihat dari suasana kerja yang cenderung santai, pembagian tugas pekerjaan dengan sistem team yang dimana mereka saling membantu satu sama lain dan juga acara makan serta masak bersama menambah rasa persatuan di bagaian keuangan itu sendiri.

Dari budaya organisasi yang ada di Kompas Gramedia dapat meningkatkan kinerja karyawan itu sendiri telihat dengan adanya tim serta teguran dari atasan maupun karyawan lain membuat karyawan mengerti apa yang harus dilakukan atau yang tidak boleh dilakukan sehingga meningkatkan efisiensi dan ketepatan kerja.
Kesimpulan
kesimpulanya adalah budaya organisasi merupakan elemen penting yang harus dalam suatu organisiasi karena budaya organisasi menyatukan nilai-nilai dan keyakinan masing anggota organisasi jika hal tersebut tidak berhasil maka tujuan perusahaan akan cenderung lama untuk dicapai. Keberhasilan suatu organisasi dilihat dari bagaimana cara organisasi dapat mengelola perbedaan dari setiap anggota organisasi tersebut menjadi suatu potensi yang dapat mengembangkan organisasi tersebut.

Daftar Pustaka
Duha, T. (2016). Perilaku Organisiasi. Edisi Pertama.Yogyakarta: Deepublish
Tobari. (2015). Membangun Budaya Organisasi Pada Instansi Pemerintahan. Edisi Pertama. Yogyakarta:Deepublish
Sanjaya et all. (2017). Pengaruh Budaya Kerja, Kemampuan, dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan Bagian Produksi Pada PT. PhaprosTbk Semarang. Jurnal of Managemen Universitas Pandanara Semarang. 3 (2)