I. Latar Belakang
Keberhasilan suatu perusahaan atau
organisasi dilihat ketika organisasi dapat mengelola sumber daya manuisianya
untuk mencapai tujuan perusahaan..kesukesan yang didapat perusahaan tidak dapat
tercapai ketika perusahaan tidak dapat menentukan budaya organisasinya karena
setiap karyawan di dalam perusahaan pasti memiliki kepribadian, nilai-nilai,
dan keyakinan yang berbeda satu sama lain. dengan karyawan yang memiliki
masing-masing perbedaan maka tujuan tidak tercapai.
Budaya organisassi bertujana untuk bagaimana
seorang pemimipin untuk mengorganisasikan sumber dayanya dengan tepat dan
efektif, menentukan serta mengarahkan mana saja yang boleh dilakukan, serta
bagaimana organisasi meyelesaikan masalah yang dihadapi. Budaya organisasi juga
dapat berpengaruh terhadap kinerja karyawan karena budaya organisasi
mengarahkan karyawan bagaimana mereka berpirilaku ketika ketika bekerja,
mengarahkan mana saja yang boleh dilakukan atau tidak boleh dilakukan, dan cara karyawaan berkomunikasi satu sama lain.
II. Teori
Budaya Ogansiasi
Budaya organisasi berasal dari dua kata
yaitu budaya dan organsasi budaya senidiri dapat diartikan sebagai makna dan
keyakianan bersama yang dianut oleh para anggota organisasi yang menentukan
sebagian besar cara bertindak, sedangkan organisasi adalah kesatuan sosial yang
di koordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relative dapat
didentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relative terus menerus untuk
mencapai suatu tujuan bersama atau kelompok tujuan.
Menurut Kreitner dan Knicki (2003), budaya
organisasi merupakan nilai-nilai, asumsi-asumsi-asumsi dan norma-norma yang di
yakini kebenerannya dipakai sebagai sarana, untuk lebih meningkatkan kualitas
dari pegawai agar dapat mencapai tujuan dari perusahaan.selain itu menurut
Jones (dalam Wirawan, 2009) budaya organisasi merupakan seperangkat nilai
bersama yang mengontrol interaksi setiap anggota organsisasi, juga dengan
pemasok, pelanggan, dan pihak-pihak lain di luar organsasi. Jadi inti dari budaya
organisasi sendiri adalah nilai-nilai dasar, perilaku, dan cara bersosialisasi
yang harus dipatuhi oleh setiap anggota organisasi dalam mejalankan pekerjaan
baik itu di dalam organisasi maupun di luar organisasi
Kinerja karyawan
Kinerja merupakan singkatan dari kinetika energi
kerja. Menurut wirawan (2009) kinerja adalah keluaran yang dihasilkan oleh
fungsi-fungsi atau indikator indikator suatu pekerjaan atau profesi dalam waktu
tertentu. selain itu, menurut pabundu (2010) kinerja adalah hasil-hasil fungsi
pekerjaan/ kegiatan seseorang atau kelompok dalam suatu organisasi yang
dipengaruhi oleh berbagai faktor untuk mencapai tujuan organisasi dalam periode
waktu tertentu .
III. Metode
Subjek yang di wawancarai berumur 63 tahun dan telah
bekerja di Kompas Gramedia selama 34 tahun, di devisi percetakan bagian
keuangan. Menurut subjek budaya organisasi itu sebagai kegiatan di luar
pekerjaan yang rutin seperti koperasi, atau olahraga. Budaya organisasi yang
ada di Kompas Gramedia yaitu kekeluargan dan kerjasama. Menurut subjek budaya
organisi dibutuhkan agar sesama karyawan di setiap unit saling menganal satu
sama lain. pengaruh budaya organsisi di Kompas Gramedia menurut subjek yaitu
sesama karyawan dapat bersilahturahim dan saling mengenal satu sama lain. cara
meningkatkan budaya organisasi yaitu dengan diakan event-event agar karyawan agar karyawan dapat saling mengenal. Sosok
yang menginspirasi Ibu paryati adalah atasannya karena dapat membuat karyawan
termotivasi. Di Kompas Gramedia sendiri biasanya satu tahun sekali diadakan event-event seperti perlombaan untuk
meningkatkan budaya organisasi mengenai kekeluargaan dan kerjasama. Yang perlu
ditingkatkan dari budaya organisasi di Kompas Gramedia yaiitu perlunya adanya trainer
atau pelatih untuk meningkatkan serta fasilitas-fasilitas. Hambatan dalam
menjalankan budaya organisisi menurut subjek adalah pekerjaannya menjadi
terttunda.
Analisis
Bedasrkan hasil wawancara subjek masih kurang memahami
apa itu budaya organisasi terlihat jawaban subjek kurang mengarah kepada suatu
niali-nilai tertentu, tetapi subjek sendiri sudah memiliki sedikit pemahaman
mengenai budaya perusahaan tempat dia bekerja yaitu kekeluargann dan kejasasam.
karena pemahamannya kurang maka subjek tidak mengetahui apakah niliai-nilai
budaya organisi telah sesui atau tidak dengan perusahan.
Kesimpulan
kesimpulanya adalah budaya organisasi merupakan elemen
penting yang harus dalam suatu organisiasi karena budaya organisasi menyatukan
nilai-nilai dan keyakinan masing anggota organisasi jika hal tersebut tidak
berhasil maka tujuan perusahaan akan cenderung lama untuk dicapai. Keberhasilan
suatu organisasi dilihat dari bagaimana cara organisasi dapat mengelola
perbedaan dari setiap anggota organisasi tersebut menjadi suatu potensi yang
dapat mengembangkan organisasi tersebut.
Daftar Pustaka
Duha, T. (2016). Perilaku
Organisiasi. Edisi Pertama.Yogyakarta: Deepublish
Tobari. (2015). Membangun
Budaya Organisasi Pada Instansi Pemerintahan. Edisi Pertama.
Yogyakarta:Deepublish
Sanjaya et all. (2017). Pengaruh Budaya Kerja,
Kemampuan, dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan Bagian Produksi
Pada PT. PhaprosTbk Semarang. Jurnal of
Managemen Universitas Pandanara Semarang. 3 (2)





