Rabu, 26 September 2018

Histori Manajemen dan Studi kasus

Histori teori manajemen
Awal sejarah teori manajemen terjadi pada 7000 tahun yang lalu yang dimana manajemen merupakan hasil proses trial dan error sehingga pada saat itu hanya sedikit atau bahkan tanpa teori dan tidak ada penyebaran ide atau Pratik. Selama berabad-abad teori atau praktek manajemen kurang diperhatikan serius sampai pada abad kesembilan belas, Robet Owen (1771-1858) yang merupakan salah satu manajer mengakui pentingnya sumber daya manusia dalam organisasi, Owen juga percaya bahwa para pekerja  pekerja layak mendapatkan penhormatan dan haraga diri. Sama halnya juga Charles Babbage (1792-1871) yang merupakan seorang ahli matematika, memfokuskan perhatiannya pada efisiensi produksi. Babbage juga meyakini manfaat pengelompokan tenaga kerja dan menganjurkan penerapan matematika untuk memecahkan masalah seperti penggunaan fasilitas dan bahan baku secara efisien.
Pada abad kedua puluh, ide-ide dan tulisan awal mengenai manajemen dari para manajer dan teoritikus berpadu dengan kemunculan dan evolusi bisnis skala besar dan praktik manajemen untuk menciptakan minat dan memfoluskan perhatian pada bagaiman seharusnya bisnis di operasikan. Salah satu ide yang muncul adalah perspektif manajemen klasik.
Manajemen ilmiah
pada tahun 1886, seorang insyinyur bernama Fredric W.Taylor. yang diajukan Taylor adalah bahwa kebaukan maksimal bagi masyarakat hanya dapat datang melalui kerjasama manajemen dan tenaga kerja dalam menerpakan metode ilmiah. Dia menyatakan bahwa prinsip manajemen adalah:
  • ·    Mengembangakan ilmu untuk setiap elemen dari pekerjaan karyawan, menggantikan prinsip umum yang bedasarkan pengalaman sebelumnya
  • ·   Secara ilmiah memilih dan kemudian melatih, mengajarkan, dan mengembangkan pekerja, padahal masa lalu pekerja memilih perkerjaan dan melatih dirinya sendiri
  • ·    Dengan sepenuh hati berkerja sama memastikan semua pekerjaan dilakukan sesuai prinsip ilmiah

·         Menyediakan pembagian perkerjaan dan tanggung jawab yang hampir sama manajer dan non-manajer

I. Urgensi
Manajemen sangat dibutuhkan pada bidang pikologi karena psikologi sendiri mencoba mencari dan mempelajari kepribadian serta proses mental sesorang.sedang manajemen adalah suatu proses dengan tindakan-tindakan prencanaan dan pengorganisasian untuk mencapai tujuan. Seperti halnya teori yang dikekekumakan oleh Carl Rogers mengenai ideal self dan Real Self. Dalam teori Carl Roger sendiri bagaimana seseorang mencoba agar real self (kepribadian atau keadaanya yang sekarang) sama  dengan ideal self (keadaan diri atau kepribadian yang ingin dicapai oleh individu) untuk mencapainya maka dibutuhkan praktik manajemen agar mencapai tujuan yaitu real selfnya sana dengan ideal selfnya.

II.  Teori Manajaemen
Teori X dan Y
Teori X dan Y dikekekumakan oleh Douglas McGregor. Menirut McGregor, Teori X dan Y merefleksikan dua keyakinan yang ekstreem yang membedakan manajer dan pekerja mereka. Teori X adalah pandangan negatif mengenai pekerjaan dan konsistensi dengan pandangan manajemen ilmiah. Teori Y adalah pandangan yang lebih positif dan mencerminkan asumsi yang dibuat oleh pendukung hubungan manusia.

III. Metode
pada tulisan ini menggunakan studi literature, yaitu proses penulisan bedasarkan literature mengenai manjemen. Setelah itu penulis menjelaskan isi yang ada pada literature menegnai manajemen.

IV. Studi Kasus
Sinopsi film Top Secret A.K.A Billioner
 Top Secret a.k.a The Billionaire adalah film kisah nyata yang menceritakan tentang seorang anak muda, Top Ittipat yang mempunyai ambisi besar untuk menjadi seorang pengusaha muda yang sukses. Namun, untuk mewujudkan cita-citanya itu jalan yang harus dilaluinya sangat tidak mudah. Apalagi dengan usianya yang terbilang cukup muda yaitu 19 tahun. Cerita ini dipenuhi pengorbanan dari seorang Top. Berawal saat berumur 16 tahun, Top adalah pecandu game online yang beruntung dan bisa memiliki banyak uang karena hobinya itu. Namun bisnis tersebut tidak bertahan lama karena sepak terjangnya di dunia maya itu dihentikan sebab dianggap ilegal.
Saat berusia 17 tahun ia mencoba untuk mendapatkan uang dengan menjual kacang goreng ala Thailand di supermarker. Saat itu dia kuliah di jurusan bisnis, namun ia tidak pernah masuk kuliah dan hanya sibuk memikirkan bisnisnya. Ia mendapatkan materi dalam perkuliahan dengan menitipkan sebuah tape rekorder untuk merekam materi yang dijelaskan dosen di dalam kelas. Sebelum ia menjual kacang goreng ia melakukan survey lapangan terlebih dahulu. Ia meneliti cara untuk mendapatkan rasa kacang goreng yang sangat enak. Usaha ini awalnya terlihat sangat menguntungkan dan ia berhasil membuka beberapa cabang dengan bantuan pamannya. Usaha ini kembali gagal karena mesin penggoreng kacang menimbulkan asap dan berefek pada tembok supermarket. Pemilik supermarket tersebut membatalkan kontrak sewa tempat dan melarang Top berjualan lagi.
Saat berusia 18 tahun keluarganya bangkrut dan memiliki hutang sebesar 40 juta Bath. Kedua orang tuanya memutuskan pindah ke China, namun Top tidak mau ikut dan lebih memilih tinggal di. Saat itu Top merasa dropp dan sangat terpuruk, namun ia tidak pantang menyerah. Ia tidak kehabisan akal dan ide untuk bangkit dari keterpurukannya. Berawal dari jalan-jalan bersama dengan kekasihnya ia mendapatkan ide untuk berbisnis di bidang makanan yaitu Snack Rumput Laut. Ia memutuskan untuk berbisnis di bidang itu.
Top membeli Rumput Laut mentah sangat banyak. Ia meminta tolong pada pamannya untuk menggoreng. Rasa rumput laut gorengannya pahit namun ia tidak menyerah. Saat ia pergi membeli rumput laut mentah, pamannya menggoreng rumput laut di rumah dan terjatuh saat hujan tiba. Ia merasa bersalah dan membawa pamannya kerumah sakit. Kemudian ia pulang dan mencoba menggoreng rumput laut itu sendiri namun rasa yang dihasilkan tetap pahit. Ia tidak putus asa hingga rumput laut yang ia beli habis. Ia merasa kesal dan bingung. Kemudian ia melihat ada rumput laut yang tersisa yang terkena hujan kemarin. Ia goreng rumput laut tersebut dan rasanya tidak pahit lagi. Ia menemukan cara terbaik dalam membuat snack rumput laut yaitu dengan diembunkan terlebih dahulu.
Saat pamannya pulang dari rumah sakit ia berusaha dan memperdagangkannya di supermarket. Snack jualannya sangat laku namun penghasilannya tidak seberapa. Ia berfikir untuk mengembangkan usahanya dan ia mencoba mendaftarkannya di 7-eleven.
Awalnya usaha tersebut ditolak, namun ia tidak menyerah dengan memperbaiki produknya dengan kemasan yang lebih kecil dan dengan harga terjangkau. Ia kembali mempresentasikan di 7-eleven dan diterima. Ia diperbolehkan bekerja sama namun harus mempunyai pabrik. Dia membangun pabrik orang tuanya yang telah disegel dengan menjual mobilnya. Peninjauan pabrik dilakukan oleh7-eleven dan dia belum dinyatakan lolos sebab masih banyak kekurangan dipabriknya. Ia berjanji memperbaikinya dan diterimalah kerjasamanya. Mulai saat itulah ia berhasil dan menjadi Millioner baru. Ia membawa orang tuanya kembali ke Thailand dan membayar semua hutang orang tuanya.
Analisis
Proses manajemen yang dilakuakan pada film Billioner yaitu yang pertama adalah Planing/Perencanaan pada film Top ketika mencoba membuat kacang goreng khas Thailand dia membuat rencana bagaimana membuat kacang goreng yang enak dengan mengamati cara-cara pedagang kacang goreng memilih kacang yang bagus, dan wangi ketika di goreng. Ketika kacang gorengnya gagal dia beralih untuk berdagang cemilan rumput laut. Ketika pertama kali memulai usaha cemilan rumput laut Top memiliki masalah yaitu rumput lautnya tidak bisa bertahan lama, akhirnya Top menemui ahli ilmu dan teknologi makanan di universitasnya untuk menanyakan bagaimana membuat kemasan yang tahan lama. Selanjutnya yaitu Organizing/Pengorganisasian setelah mengetahui cara mengemas produk agar tahan lama, Top mengordinasikan kepada pamannya bagaimana cara mengemas dan cara menggoreng rumput laut yang benar dan yang salah. Selanjutnaya Actuating/pengarahan yaitu Top memberikan arahan ke pamannya bagaimana cara memasarkan produknya dan bagimana cara memperlakukan konsumen dengan baik. Selanjutnya adalah controlling Top mengontrol apakah usahnya untung atau tidak dengan cara mengecek langsung lokasi daganganya.

V. Kesimpulan, Diskusi, dan Saran
kesimpulan dari tulis ini adalah manajemen adalah proses untuk mengatur dengan tindakan pengorganisasian, perencanaan, serta mengontrol yang berfungsi agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai dengan efisien dan efektif serta manajemen sendiri sangat dibtuhkan oleh psikolog sendiri
saran dari tulisan ini yaitu mencari sumber literature yang lebih lengkap agar tulisan semakin informatif dan penyusunannya harus lebih sistematis lagi

Daftar Pustaka
Griffin, R.W. (2004). Manajemen. Edisi ketujuh. Jakarta;Erlangga
Ivancevich, J.M., Konopaske, R., & Matesson, M.T., (2006). Perilaku dan Manajemen Organisasi. Jakarta: Erlangga.
Sarlinah & Mardalena. (2017). Pengantar Manajemen. Yogyakarta: CV. Budi Utama
http://muhammadmuas.blogspot.com/2015/11/resensi-film-top-secret-aka-billionaire_19.html

Rabu, 19 September 2018

Bisnis Proses dan Struktur Organsisasi


Proses Bisnis dan struktur organsisasi
Bisnis Proses

Bisnis proses adalah seni untuk memahami, mengkode, dan meningkatkan cara perusahaan untuk melakukan bisnis. Beberapa tahun belakangan ini, ada tiga tingkatan untuk pengaplikasian perkembangan bisnis yang bisa dilakukan atau setidaknya penting untuk diketahui yaitu logika bisnis, logika penampilan, dan logika untuk mendapatkan data. Dari ketiga tingkatan itu masing-masing memiliki perbedaan. Perbedaan tersebut bisa dirasakan dalam artian ketiga tingkatan berjalan dengan alat-alat yang berbeda-beda. Logika penampilan itu seperti halnya tampilan di google chrome, tampilan tersebut dibuat dengan code yang ada di HTML.logika bisnis itu layaknya server pada internet, sedangkan logika pengambilan data itu mengambil data dari server yang selanjutnya diolah dan disimpan
Sebenarnya banyak sekali tren manajemen yang ada yaitu TQM, BPR, CRM, ERP atau Six Sigma telah menjadi solusi bagi kebermanfaatan bisnis yang dibutuhkan organisasi di area operasi suatu perusahaan. dari kelima tren manajemen yang ada bisnis proses sendiri berbeda dari kelima tren manajemen karena bisnis proses memiliki kapabilitas untuk berkontribusi untuk mencapai kesukses, jika prosesnya ditingkatkan terlebih dahulu dan semua aspek dari bisnis proses dapat ditangani

Struktur Organisasi

Struktur organisasi dapat didefinisikan sebagai spesifikasi perkerjaan yang harus dilakukan di dalam organisasi dan bagaimana mengkaitkan satu pekerjaan dengan pekerjaan yang lain. untuk memudahkan apa itu organisasi dapat melihat bagan organisasi.
Bagan organissi sendiri untuk memperjelas dan menunjukan posisi mereka dalam operasi perusahaan. di dalam bagan organisasi ada yang namanya rantai komando, fungsi dari rantai komado sendiri mengacu pada hubungan pelaporan mulai dari posisi yang tertinggi hingga posisi yang paling rendah, bentuk dari rantai komando yaitu garis tebal pada bagan organisasi. Rantai komando atau rantai perintah memiliki dua konsep yang saling melengkapi yaitu kewenamgan dan prinsip kesatuan perintah. Kewenamgan mengacu pada hak-hak pada pimipinan untuk memberikan perintah dan untuk dipatuhi. prinsip kesatuan perintah membantu untuk mempertahankan konsep garis kewenangan primsip ini mengatakan bahwa seseorang hendaknya memiliki atasan kepadanya ia bertanggung jawab langsung.  Bagan organisiasi ini berkembang menjadi sangat komplek ketika perusahaan tersebut sudah menjadi perusahaan yang besar
Banyak faktor yang memainkan peran dalam menentukan struktur organisasi yang optimal. Faktor utamanaya adalah misi dan strategi organisasi.perusahaan yang organisasinya stabil dengan sasaran pertumbuhan yang kecil dan strategi yang cenderung konservatif biasanya akan berfungsi baik dengan struktur organisasi yang berbeda.

Unsur-unsur pembentuk struktur organsiasi yaitu ;
  • ·         Spesalisasi

Spesalisai yaitu proses mengidentifikasi pekerjaan-pekerjaan khusus yang harus dilakukan dan menentukan siapa yang akan melakukan spesalisasi pekerjaan. Jadi di setiap organisasi kurang lebih memiliki satu pekerjaan utama contohnya perusahaan pembuat mobil (Toyota) atau di bidang telekomunikasi (telkomsel). Untuk melaksanakan pekerjaan tersebut biasanya manajer membagi atau memecahkannya jadi pekerjaan-pekerjaan kecil.
  • ·         Departementalisasi

Setelah spesialisasi, pekerjaan tersebut harus dikelompokan kedalam unit-unit yang logis proses tersebut dinamakan departementalisasi. Perusahaan yang melakukan departementalisasi dapat memetik manfaat dengan pembagian ini; dengan di perkecilkannya kendali dan koordinasi membuat manajer puncak dapat memantau pekerjaan karyawannya dengan lebih mudah.

Daftar Pustaka
Eber, R.J., & Griffin, R.W. (2014). Pengantar Bisnis. edisi kesepuluh. Jakarta: Erlangga.
Ivancevich, J.M., Konopaske, R., & Matesson, M.T., (2006). Perilaku dan Manajemen Organisasi. Jakarta: Erlangga.
Jestom, J., & Nelis, J. (2008). Bussines Process Management. Edisi kesepuluh. Oxford, Inggris; Elsevier.
Verma, N. (2009). Business Process Management: Profiting from process. New Delhi, India; Global India Publication.



Rabu, 12 September 2018

Wirausaha kuliner Nasi Goreng


Wirausaha  Kuliner Nasi Goreng
Bab 1
Latar Belakang
Di kehidupan yang serba modern dan keadaan ekonomi yang selalu berubah-ubah menyebabkan munculnya keinginan untuk berwirausaha Salah usaha yang banyak diminati adalah usaha bidang kuliner karena penghasilanya yang menjajikan. Dengan munculnya wirausaha yang baru ini menyebabkan persaingan yang ketat bagi para pelaku usaha. Dengan persaingan yang ketat tersebut membuat kebutuhan pelanggan menjadi berubah. Inovasi menjadi suatu hal yang penting bagi para wirausaha untuk menjaga agar produknya bertahan dan tidak ketinggalan jaman. Banyak wirausaha bidang kuliner yang telah berinovasi dan telah berhasil memikat para konsumenya yaitu martabak asin mozzarella, burger hitam, dan lain-lain.
Dengan banyaknya wirausahawan dengan inovasi-inovasi yang unik, usaha nasi goreng tetap menjadi pilihan bagi para pengusaha untuk memulai bisnis mereka karena bahan-bahanya yang sederhana dan praktis. Nasi goreng juga merupakan ikon bagi masyarakat Indonesia karena banyaknya penggemar dari nasi goreng tersebut.
Bab 2
Teori
  • ·         Entrepreunership

Entrepreneurship atau kewirausahaan adalah usaha kreatif yang dibangun bedasarkan inovasi untuk menghasilkan sesuatu yang baru, memiliki nilai tambah, memberi manfaat, menciptakan lapangan kerja dan hasilnya berguna bagi orang lain. entrepreneurship mengandung makna wiraswasta atau wirausaha adalah cabang ilmu ekonomi yang mengajarkan bagaimana bagaimana kita bisa mandiri dalam memulai suatu usaha dalam mencapai profit serta mengembangkan seluruh potensi ekonomi yang dimiliki (Soegoto, 2010)
Menurut Meredith, dkk (dalam soegoto, 2010) entrepreneur adalah orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kemsempatan bisnis, mengumpulkan sumber-sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan daripadanya serta mengambil tindakan yang tepat, guna memastikan kesuksesan
  • ·         Bisnis strategi

Bisnis strategi adalah sekumpulan, dan tindakan perusahaan yang terpadu dan terkoordinasi yang di gunakan untuk mendapatkan keunggulan bersaing dengan meneksploitasi kompetensi inti dalam pasar produk yang spesifik
Jauch dan Gleck (Suwarni, 1998) memberikan pengertian strategi bisnis sebagi suatu rencana terpadu tentang uraian produk, kegiatan, fungsi dan pasar yang saat ini dijalankan perusahaan untuk mencapai tujuan utama perusahaan
Bab 3
Aspek Produk
Nasi Goreng Sulton adalah nasi goreng yang memiliki konsep nasi goreng dorong dan menetap di samping jalan perumahan. Dinamakan Nasi Goreng Sulton karena diambil dari nama pemilknya yaitu Sulton. Nasi Goreng Sulton sendiri bisa dibilang cukup laris dan harganya pun bisa dibilang pas dengan kantong pelajar atau mahasiswa. Nasi Goreng Sulton sendiri ada dari tahun 2005 berarti sudah 13 tahun berjualan nasi goreng. Modal awal untuk membeli bahan baku nasi goreng sekitar 600 ribu dan penghasilan yang di peroleh 600-700 ribu setiap malamnya
Bahan bumbu halus nasi goreng :
  • ·         Bawang putih
  • ·         Bawang merah
  • ·         Bawang bombay
  • ·         Kemiri
  • ·         Lada
  • ·         cabai

Bahan baku dan pelengkap :
  • ·         Nasi
  • ·         Ayam yang sudah di goreng
  • ·         Telur
  • ·         Baso
  • ·         Garam
  • ·         Vetsin
  • ·         Kecap
  • ·         Minyak

Cara pembuatan
Panaskan minyak secukupnya tumis bumbu halus lalu masukan telur, selanjutnya masukan nasi dan aduk sampai merata. Setelah bumbu merata dengan nasi masukan cabai yang sudah dihaluskan jika suka pedas, dan masukan kecap aduk sampai rata. Jika sudah selesai sajikan.

Analisis
Nasi Goreng Sulton sudah 13 tahun berdiri sehingga sudah melwati tahap 1 bisnis proses yaitu trial dan error yang dimana  Nasi Goreng Sulton tidak lagi mencoba-coba bumbu apa yang pas bagi lidah konsumennya. Nasi Goreng Sulton sendiri sekarang sudah mncapai tahap kedua yaitu tahap dimana mereka berhasil menyeimbangkan anatara modal awal dan penghasilanya serta mulai banyak konsumen yang memesan nasi gorengnya. Tetapi Nasi Goreng Sulton sendiri konsisten di tahap 2 karena mereka tidak mencoba untuk mencoba membuka cabang.

Kesimpulannya
Strategi bisnis sangat dibutuhkan bagi para wirausahawan untuk menganilis pasar dan kebutuhan konsumen. Tanpa adanya strategi bisnis yang bagus maka bisnis yang kita jalankan tidak dapat berjanlan dengan baik. Untuk mempertahankan dan meningkatkan usaha pada bidang nasi goreng dibutuhkan inovasi agar dapat bersaing di bidang kuliner dengan mempertahankan cita rasa yang sudah ada dan menambahkan inovasi pada cara penyajiannya

Daftar pustaka:
Soegoto. E.S (2010). Eenterpreneurship: menjadi pembisnis ulung. Edisi Kedua. Jakarta: PT Alex Media Komputindo

Ernawati. (2005). Pengaruh Strategi Bisnis dan Ketidakpastian Ligkungan Terhadap Hubungan Antara Broad Scope Sistem Akuntansi Manajemen dan kinerja manajerial. Jurnal Akuntansi dan Investasi, Vol. 6, No.2.

Hubies, M., & Najib, M., (2014). Manajamen Strategik dalam pengembangan daya saing organisasi. Jakarta: PT Alex Media Komputindo