Histori teori manajemen
Awal sejarah teori manajemen terjadi pada
7000 tahun yang lalu yang dimana manajemen merupakan hasil proses trial dan error sehingga pada saat itu hanya sedikit atau bahkan tanpa teori
dan tidak ada penyebaran ide atau Pratik. Selama berabad-abad teori atau
praktek manajemen kurang diperhatikan serius sampai pada abad kesembilan belas,
Robet Owen (1771-1858) yang merupakan salah satu manajer mengakui pentingnya
sumber daya manusia dalam organisasi, Owen juga percaya bahwa para pekerja pekerja layak mendapatkan penhormatan dan
haraga diri. Sama halnya juga Charles Babbage (1792-1871) yang merupakan
seorang ahli matematika, memfokuskan perhatiannya pada efisiensi produksi.
Babbage juga meyakini manfaat pengelompokan tenaga kerja dan menganjurkan
penerapan matematika untuk memecahkan masalah seperti penggunaan fasilitas dan
bahan baku secara efisien.
Pada abad kedua puluh, ide-ide dan tulisan
awal mengenai manajemen dari para manajer dan teoritikus berpadu dengan
kemunculan dan evolusi bisnis skala besar dan praktik manajemen untuk
menciptakan minat dan memfoluskan perhatian pada bagaiman seharusnya bisnis di
operasikan. Salah satu ide yang muncul adalah perspektif manajemen klasik.
Manajemen ilmiah
pada tahun 1886, seorang insyinyur bernama
Fredric W.Taylor. yang diajukan Taylor adalah bahwa kebaukan maksimal bagi
masyarakat hanya dapat datang melalui kerjasama manajemen dan tenaga kerja
dalam menerpakan metode ilmiah. Dia menyatakan bahwa prinsip manajemen adalah:
- · Mengembangakan ilmu untuk setiap elemen dari pekerjaan karyawan, menggantikan prinsip umum yang bedasarkan pengalaman sebelumnya
- · Secara ilmiah memilih dan kemudian melatih, mengajarkan, dan mengembangkan pekerja, padahal masa lalu pekerja memilih perkerjaan dan melatih dirinya sendiri
- · Dengan sepenuh hati berkerja sama memastikan semua pekerjaan dilakukan sesuai prinsip ilmiah
·
Menyediakan
pembagian perkerjaan dan tanggung jawab yang hampir sama manajer dan
non-manajer
I. Urgensi
Manajemen sangat dibutuhkan pada bidang
pikologi karena psikologi sendiri mencoba mencari dan mempelajari kepribadian
serta proses mental sesorang.sedang manajemen adalah suatu proses dengan
tindakan-tindakan prencanaan dan pengorganisasian untuk mencapai tujuan.
Seperti halnya teori yang dikekekumakan oleh Carl Rogers mengenai ideal self
dan Real Self. Dalam teori Carl Roger sendiri bagaimana seseorang mencoba agar
real self (kepribadian atau keadaanya yang sekarang) sama dengan ideal self (keadaan diri atau
kepribadian yang ingin dicapai oleh individu) untuk mencapainya maka dibutuhkan
praktik manajemen agar mencapai tujuan yaitu real selfnya sana dengan ideal
selfnya.
II. Teori Manajaemen
Teori X dan Y
Teori X dan Y
dikekekumakan oleh Douglas McGregor. Menirut McGregor, Teori X dan Y
merefleksikan dua keyakinan yang ekstreem yang membedakan manajer dan pekerja
mereka. Teori X adalah pandangan negatif mengenai pekerjaan dan konsistensi
dengan pandangan manajemen ilmiah. Teori Y adalah pandangan yang lebih positif
dan mencerminkan asumsi yang dibuat oleh pendukung hubungan manusia.
III. Metode
pada tulisan ini
menggunakan studi literature, yaitu proses penulisan bedasarkan literature
mengenai manjemen. Setelah itu penulis menjelaskan isi yang ada pada literature
menegnai manajemen.
IV. Studi Kasus
Sinopsi
film Top Secret A.K.A Billioner
Top Secret a.k.a The Billionaire adalah film
kisah nyata yang menceritakan tentang seorang anak muda, Top Ittipat yang
mempunyai ambisi besar untuk menjadi seorang pengusaha muda yang sukses. Namun,
untuk mewujudkan cita-citanya itu jalan yang harus dilaluinya sangat tidak
mudah. Apalagi dengan usianya yang terbilang cukup muda yaitu 19 tahun. Cerita
ini dipenuhi pengorbanan dari seorang Top. Berawal saat berumur 16 tahun, Top
adalah pecandu game online yang beruntung dan bisa memiliki banyak uang karena
hobinya itu. Namun bisnis tersebut tidak bertahan lama karena sepak terjangnya
di dunia maya itu dihentikan sebab dianggap ilegal.
Saat berusia 17 tahun ia mencoba untuk mendapatkan uang dengan menjual
kacang goreng ala Thailand di supermarker. Saat itu dia kuliah di jurusan
bisnis, namun ia tidak pernah masuk kuliah dan hanya sibuk memikirkan
bisnisnya. Ia mendapatkan materi
dalam perkuliahan dengan menitipkan sebuah tape rekorder untuk merekam materi
yang dijelaskan dosen di dalam kelas. Sebelum ia menjual kacang goreng
ia melakukan survey lapangan terlebih dahulu. Ia meneliti cara untuk mendapatkan
rasa kacang goreng yang sangat enak. Usaha ini awalnya terlihat sangat
menguntungkan dan ia berhasil membuka beberapa cabang dengan bantuan pamannya.
Usaha ini kembali gagal karena mesin penggoreng kacang menimbulkan asap dan
berefek pada tembok supermarket. Pemilik supermarket tersebut membatalkan
kontrak sewa tempat dan melarang Top berjualan lagi.
Saat berusia 18 tahun keluarganya bangkrut dan memiliki hutang sebesar 40
juta Bath. Kedua orang tuanya memutuskan pindah ke China, namun Top tidak mau
ikut dan lebih memilih tinggal di. Saat itu Top merasa dropp dan sangat
terpuruk, namun ia tidak pantang menyerah. Ia tidak kehabisan akal dan ide
untuk bangkit dari keterpurukannya. Berawal dari jalan-jalan bersama dengan
kekasihnya ia mendapatkan ide untuk berbisnis di bidang makanan yaitu Snack
Rumput Laut. Ia memutuskan untuk berbisnis di bidang itu.
Top membeli Rumput Laut mentah sangat banyak. Ia meminta tolong pada
pamannya untuk menggoreng. Rasa rumput laut gorengannya pahit namun ia tidak
menyerah. Saat ia pergi membeli rumput laut mentah, pamannya menggoreng rumput
laut di rumah dan terjatuh saat hujan tiba. Ia merasa bersalah dan membawa
pamannya kerumah sakit. Kemudian ia pulang dan mencoba menggoreng rumput laut
itu sendiri namun rasa yang dihasilkan tetap pahit. Ia tidak putus asa hingga
rumput laut yang ia beli habis. Ia merasa kesal dan bingung. Kemudian ia
melihat ada rumput laut yang tersisa yang terkena hujan kemarin. Ia goreng
rumput laut tersebut dan rasanya tidak pahit lagi. Ia menemukan cara terbaik
dalam membuat snack rumput laut yaitu dengan diembunkan terlebih dahulu.
Saat pamannya pulang dari rumah sakit ia berusaha dan memperdagangkannya di
supermarket. Snack jualannya sangat laku namun penghasilannya tidak seberapa.
Ia berfikir untuk mengembangkan usahanya dan ia mencoba mendaftarkannya di
7-eleven.
Awalnya usaha tersebut ditolak, namun ia tidak menyerah dengan memperbaiki
produknya dengan kemasan yang lebih kecil dan dengan harga terjangkau. Ia
kembali mempresentasikan di 7-eleven dan diterima. Ia diperbolehkan bekerja
sama namun harus mempunyai pabrik. Dia membangun pabrik orang tuanya yang telah
disegel dengan menjual mobilnya. Peninjauan pabrik dilakukan oleh7-eleven dan dia belum dinyatakan lolos sebab masih
banyak kekurangan dipabriknya. Ia berjanji memperbaikinya dan diterimalah
kerjasamanya. Mulai saat itulah ia berhasil dan menjadi Millioner baru. Ia
membawa orang tuanya kembali ke Thailand dan membayar semua hutang orang
tuanya.
Analisis
Proses manajemen yang
dilakuakan pada film Billioner yaitu yang pertama adalah Planing/Perencanaan pada film Top ketika mencoba membuat kacang
goreng khas Thailand dia membuat rencana bagaimana membuat kacang goreng yang
enak dengan mengamati cara-cara pedagang kacang goreng memilih kacang yang bagus,
dan wangi ketika di goreng. Ketika kacang gorengnya gagal dia beralih untuk
berdagang cemilan rumput laut. Ketika pertama kali memulai usaha cemilan rumput
laut Top memiliki masalah yaitu rumput lautnya tidak bisa bertahan lama,
akhirnya Top menemui ahli ilmu dan teknologi makanan di universitasnya untuk
menanyakan bagaimana membuat kemasan yang tahan lama. Selanjutnya yaitu Organizing/Pengorganisasian setelah
mengetahui cara mengemas produk agar tahan lama, Top mengordinasikan kepada
pamannya bagaimana cara mengemas dan cara menggoreng rumput laut yang benar dan
yang salah. Selanjutnaya Actuating/pengarahan
yaitu Top memberikan arahan ke pamannya bagaimana cara memasarkan produknya dan
bagimana cara memperlakukan konsumen dengan baik. Selanjutnya adalah controlling Top mengontrol apakah
usahnya untung atau tidak dengan cara mengecek langsung lokasi daganganya.
V. Kesimpulan,
Diskusi, dan Saran
kesimpulan dari tulis ini
adalah manajemen adalah proses untuk mengatur dengan tindakan pengorganisasian,
perencanaan, serta mengontrol yang berfungsi agar tujuan yang diinginkan dapat
tercapai dengan efisien dan efektif serta manajemen sendiri sangat dibtuhkan oleh
psikolog sendiri
saran dari tulisan ini
yaitu mencari sumber literature yang lebih lengkap agar tulisan semakin
informatif dan penyusunannya harus lebih sistematis lagi
Daftar Pustaka
Griffin, R.W. (2004). Manajemen. Edisi ketujuh. Jakarta;Erlangga
Ivancevich, J.M., Konopaske, R., & Matesson, M.T.,
(2006). Perilaku dan Manajemen Organisasi.
Jakarta: Erlangga.
Sarlinah & Mardalena. (2017). Pengantar Manajemen. Yogyakarta: CV. Budi Utama
http://muhammadmuas.blogspot.com/2015/11/resensi-film-top-secret-aka-billionaire_19.html




