Film ini
menceritakan Bill Porter yang terkena penyakit cerebral palsy serta berkerja
sebagai salesman di perusahaan yang bernama Watkins dia menawarkan
produk-produknya dari rumah ke rumah. Dia menjadi terkenal ketika ada surat
kabar yang menulis artikel tentang dirinya.
Dalam bekerja
Bill Porter memiliki profesionalisme terlihat ketika Bill Porter menolak dengan
tegas uang yang diberikan pelanggannya karena pelanggannya mengirakan bahwa
Bill Porter merupakan badan amal yang meminta sumbangan padahal ia hanya ingin
menawarkan produk kepada pelanggannya.
Selain profesionalisme
hubungan antara psikologi capital dengan organizational
citizenship behavior (OCB). OCB dibutuhkan untuk meningkatkan kesuksesan
bisnis pada perusahan, perusahaan yang memiliki karyawan dengan OCB yang tinggi
dapat meningkatkan efektifitas pada organisasi, serta meningkatkan inovasi pada
karyawan. definisi dari OCB menurut
Organ adalah perilaku individu yang tidak secara eksplisit dikaitkan dengan
sistem upah formal untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas dari suatu
organaisasi (Organ, 1988; Organ, Podasakoff, & MacKanzie, 2006).
Psikologi capital
sangat erat kaitannya dengan OCB dikarenakan karyawan yang memiliki OCB yang
tinggi menunjukan kepercayaan diri (self-efficacy), optimisme, tekun mencapai
tujuan (hope), dan dapat bertahan ketika memiliki masalah (resilience) yang merupakan
komponen dari PsyCap.
dalam film
ini ditunjukan bahwa Bill Porter memiliki
komponen dari PsyCap yang dimana ketika dia ditolak karena ada cacat pada
fisiknya dengan percaya diri Bill Porter menantang HRDnya untuk memberikan
tugas yang sulit diselesaikan (self-Eficacy), dalam bekerja dia slalu optimis
walaupun dia memiliki kekurangan pada fisiknya walaupun ia bahwa akan ditolak
(optimisme), ketika bekerja ibunya memberikan nasihat melalui bekal makan
siangnya bahwa ketika bekerja harus sabar dan tekun hal itu ditunjukan ketika
ia tekun menghadapi pelanggan yang selalu menolaknya dan kembali lagi dengan cara
yang lain (Hope), ketika bekerja Bill porter dapat bertahan ketika mendapatkan
masalah terlihat ketika ia bersitegang dengan assisistenya bahwa sudah seharusnya dia
pensiun karena usia sudah tidak memungkinkan akhirnya dia membutiknannya
walaupun sudah tua dia masih dapat menjual banyak produk.
Daftar Pustaka
Cintantya, H., & Salendu, A. (2017). The
Relationship between Psychological Capital and Organizational Citizenship
Behavior among Employees in Bank Syariah X. UI Proceedings on Social Science and Humanities, 1.
Door to Door (2002)





