Behaviorisme berasumsi segala tingkah laku manusia berasal dari pengalaman-pengalaman yang di laluinya. Behaviorisme mengutamakan perilaku yang dapat diamati, sebagai lawan kejadian internal seperti berpikir dan emosi. Perilaku menurut behaviorisme adalah hasil dari adanya stimulus dan adanya respon dari stimulus tersebut.
Kognitif lebih luas pemahamannya. Kalau behaviorisme melihat tingkah laku yang hanya bisa diamati dan tidak bisa melihat apa yang manusia itu pikirkan karena itu penilainya tidak objektif. Sedangkan kognitif lebih mempercayai bahwa tingkah laku yang tidak bisa diamati dapat kita lihat melalui eksperimen. Psikologi kognitif mempercayai bahwa proses mediational terjadi antara stimulus/input dan respon/output
Proses meditional (mental) bisa berupa memori, persepsi, perhatian, memecahkan masalah, dan lain-lain. Kenapa disebut proses mediational karena mereka memediasi (yaitu perantara) antara stimulus dan respon. Mediasi ini datang sesudah stimulus dan sebelum respon.
Psikoanalisis berasumsi bahawa segala masalah psikologis berasal dari pikiran bawah sadar manusia. Psikoanalisi juga berasumsi bahwa perilaku manusia berasal dari pengalaman-pengalaman pada masa kanak-kanak. Apa yang membedakan psikoanalisis dengan kognitif dan behaviorisme yaitu psikoanalisis bahwa tingkah laku itu berasal dari bawah sadar manusia dan tidak peduli bagaimana stimulus dan respon itu terjadi.
Refrensi:





