Rationalisme
Rasionalisme berasal dari bahasa inggris yaitu Rasionalism. dalam bahasa latin ratio artinya “akal” berarti rasionalisme yaitu aliran yang mengutamakan akal dan pikiran. Penganut paham ini menekankan akal sebagi sumber utama dari pengetahuan.
Tokoh-tokoh Rasionalisme
1. Rene Descartes
Filsuf pertama adalah Rene Descartes (31 Maret 1956 - 11 Februari 1650) adalah seorang filsuf perancis, matematikawan, fisikawan, dan penulis. Dia yang menemukan tentang sistem kordinat cartesius.yang terkenal bukan hanya kordinat cartesius saja tetapi pemikiran-pemikirannya yaitu Cagto Ergo Sum.
Cagto Ergo Sum adalah metode yang di hasilkan Rene Descartes dengan menjunjung tinggi keraguan itu untuk mengungkapkan kebenaran. Ia menyimpulkan ketika seseorang bermimpi saat tidurnya dia akan mengalaminya di saat dia terbangun dari tidurnya. Dalam hal ini sudah jelas bahwa ketika bermimpi dengan kejadian nyata tidak ada batasan yang pasti. Dari hal itu keraguannya muncul dan ia meragukan keberadaanya. Dari hal itu yang tidak dapat di ragukan adalah rasa ragu tersebut. Nah dari situ basis dari filsafat Descartes. Saya ragu berarti saya berfikir dan berfikir berarti saya ada. Cagto Ergo Sum (saya berfikir karena saya ada)
2. Baruch de Spinoza
Filsuf kedua adalah Baruch de Spinoza (24 November 1632 - 21 Februari 1677). ia lahir dikota Amsterdam dari pasangan yahudi yang mengungsi di dari portugal. Ia memiliki 3 pemikiran yaitu substansi tunggal, teori politik, teori emosi. Dari ketiga pemikiran itu yang paling terkenal adalah substansi tunggal Tuhan dan Alam.
Melalui bukunya yang berjudul Ethica, ordine geometrico demonstrata (Etika yang dibuktikan dengan cara geometris). dia menanggapi atau menjawab permasalahan dari filsafat Descartes dengan memberikan penjelasan tentang substansi. Substansi dapat dipahami sebagai sesuatu yang ada dalam dirinya dan dipikirkan olehnya sendiri. Menurut ia, substansi itu sifatnya abadi, tidak terbatas, mutlak, dan tunggal-utuh. Menurutnya hanya ada satu yang pantas dari definisi tersebut yaitu Tuhan. Hanya Tuhan yang memilikis sifat abadi. Karena hanya Tuhan adalah satu-satunya substansi berati semua yang ada di dunia berasal dari Tuhan, dari jasmaniah (manusia, flora, dan fauna) dan rohani (perasaan, kehendak, dan pemikiran ). dan yang dapat memusnakan atau menghancurkannya hanya tuhan.
3. Nicolas Malebranche
Nicolas Malebranche adalah pendeta roma berkebangsaan perancis, putra termuda dari Raja Louise XII. Karya utama dari Melebranche adalah Recherce de la vérité (on the search for the truth, 1647).
Pusat dari gagasan metafisika Melebranche adalah doktrin utamanya “kita melihat semua dalam tuhan” (we see all things in god). pengetahuan yang didapat manusia baik itu internal maupun eksternal tidak akan mungkin berasal dari hasil hubungan antara manusia dan tuhan. Dan pendapat menurut Descartes bahwa manusia dapat mencerap secara langsung dirinya sendiri di bantah oleh Melebranche ia mengatakan bahwa memang manusia dapat mengetahui dirinya akan tetapi manusia tidak dapat mengetahui siapa sehunggunya dirinya. Dia juga menolak pendapata Cartesian bahwa manusia dapat diketahui tanpa demonstrasi sedangkan tuhan memerlukanya Melebranche berpendapat bahwa alam dari manusia tidak dapat diketahui sedangkan tuhan adalah sebuah kemsestian yang tidak dapat memerlukan bukti apapun.
sumber
http://www.academia.edu/4751414/Filsafat_Pasca_Descartes_Menjawab_Dualisme_Metafisik_Cartesian_Pendahuluan_Dualisme_Jiwa-Materi_Descartes
https://afidburhanuddin.files.wordpress.com/2012/11/descartes_ed1.pdf





