Animated Spinning Kunai - Naruto Tegar share

Rabu, 28 November 2018

Review Dosen Tamu


Peran SDM dalam Revolusi 4.0 (Review Dosen Tamu)

Pada hari Jumat tanggal 23 November 2018 bapak Josef Bataona memberikan materi mengenai Peran SDM dalam Revolusi 4.0. bapak Josef Batona lahir di desa Lamalera, Flores, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 11 juli 1953.  Pada saat itu bapak Josef Batona menceritakan bahwa di desa lamalera sendiri merupakan satu-satunya desa yang di perbolehkan untuk memburu ikan paus secara resmi. Dia juga menceritakan perjuangannya untuk bisa melanjutkan studinya setelah lulus SMA di Jakarta. Beliau sendiri pernah bekerja sebagai Human Resource Director di PT. Unilever Indonesia, Tbk. Selanjutnya beliau juga pernah menjadi Human Resource Director di PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk dan menjadi kepala devisi Human Resource di PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk.

Bapak Josep Bataona menyampaikan bahwa isu yang terjadi sekarang di perusahaan sendiri adalah moderenisasi. Yang dimana perusahaan sudah mencoba untuk menggantikan karyawan menjadi sebuah mesin sehingga membuat para karyawan dan first graduate menjadi terancam. Menurutnya moderenisasi bukan sebuah ancaman melainkan sebuah kesempatan, kenapa ? karena di dalam diri manusia sendiri memiliki sesuatu yang unik yang tidak dimiliki oleh mesin-mesin atau teknologi yang ada di perusahaan, hal-hal unik tersebut yaitu kreatifitas, rasa hormat, etnis, budaya, dan lain-lain. maka dari itu pak Josep Batona memiliki motto yaitu jadi lah diri mu sendiri yang artinya setiap karyawan harus bisa menggali potensi yang ada di dalam dirinya dan yakin terhadap potensi tersebut serta bersungguh-sungguh untuk mengembangkan potensi yang ada.

Bapak Josep Bataona juga menyampaikan bahwa profesi Human Resource di perusahaan Indonesia sudah harus berkembang yang tadinya di tahapan 3 yaitu menempatkan HR sebagai bagian dari penyusunan strategi bisnis menjadi ke tahapan 4 yaitu HR juga harus menyadari bahwa untuk merumuskan suatu nilai di dalam perusahaan bukan melihat kebutuhan dari karyawannya sendiri tetapi juga harus melihat kebutuhan dari konsumen.  Selain itu, menurut bapak Josep Bataona perusahaan yang baik bisa dilihat dari bagaimana cara para petingginya memimpin karyawan menurutnya bos yang baik itu adalah yang mengerti kapan menjadi teman dan kapan harus menjadi bos maka dari itu pememimpin harus mengerti dan tulus mendengarkan para karyawanya, iklas menerima feed back dari karyawannya atau mau menerima pendapat dari karyawannya, dan mengharagai yang memberikan kritik.

Beliau juga mengatakan bahwa untuk menjadi pemimipin suatu organisasi maka harus mampu untuk menjadi pemimipin bagi dirinya sendiri. Beliau sendiri mengatakan ada 7 kriteria dalam memimpin diri sendiri yaitu, (1) mampu untuk mengelola emosi, (2) mampu untuk mengelola waktu, (3) dapat memilih suatu prioritas dalam mengambil keputusan, (4) dapat mengelola energy dalam dirinya, (5) mampu untuk mengelola pemikiran, (6) mampu mngelola ucapan, dan (7) dapat mengelola kehidupan pribadinya.

Beliau juga memberikan penjelasan mengenai bagaimana cara rekrutmen di PT. Unilever Indonesia, Tbk. Di Unilever sendiri ketika rekrutmen para rekruter bukan hanya mencari calon karyawan yang memenuhi kriteria saja tetapi sudah memikirkan apakah calon karyawan tersebut dapat berpotensi untuk bisa manajer atau tidak mereka menyebut tahap-tahap rekrutmen tersebut sebagai level. Selanjutnya di Unilever sendiri ada 4 level yang harus di lalui oleh calon karyawan tersebut agar dapat di terima menjadi karyawan Unilever Indonesia

Rabu, 14 November 2018

visi dan misi



PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk
Visi
Menjadi perusahaan obat herbal, makanan minuman dan pengolahan bahan baku herbal yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan
Misi
  1.  Mengembangkan produk-produk berbahan baku herbal yang rasional, aman, dan jujur bedasarkan penelitian
  2.  Mengembangkan penelitian obat-obat herbal secara berkesinambungan
  3.  Membantu dan mendorong pemerintah, institusi pendidikan, dunia kedokteran agar lebih beperan dalam penelitian dan pengembangan obat dan pengobatan herba  Meningkatkan kesadaran masyrakat tentang pentingnya membina kesehatan melalui pola hidup sehat, pemakaian bahan-bahan alami, dan pengobatan naturophaty
  4.  Melakukan corporate social responsibility (CSR) yang intensif
  5.  Mengelola perusahaan yang berorientasi ramah lingkungan
  6.  Menjadi perusahaan obat herbal yang mendunia

PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk
Visi
Menjadi penyedia layanan dan solusi gaya hidup digital mobile kelas dunia yang terpercaya.
Misi
Memberikan layanan dan solusi digital mobile yang melebihi ekspetasi para pengguna, menciptakan nilai lebih bagi para pemegang saham serta mendukung pertumbuhan ekonomi bangas.
PT. Astra Honda Motor
Visi
AHM ingin menjadi pimpinan pasar sepeda motor di Indonesia dan menjadi pemain kelas dunia, dengan mewujudkan impian konsumen, menciptakan kegembiraan bagi konsumen dan berkontribusi kepada masyarakat Indonesia.
Misi
Menciptakan solusi mobilitas bagi masyarakat dengan produk dan pelayanan terbaik.
PT. Blue Bird Group, Tbk
Visi
Menjadi perusahaan yang kuat dan andal yang mengutamakan kualitas untuk menjamin kemakmuran berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan
Misi
Misi kami adalah untuk mencapai kepuasan pelanggan, dan untuk tumbuh dan mempertahankan diri sebagai pemimpin pasar di setiap kategori yang kami masuki. Dalam transportasi darat, kami membuktikan layanan yang andal dan berkualitas tinggi dengan penggunaan sumber daya yang efisien, dan kami melakukannya sebagai satu tim utuh
PT. Siantar Top
Visi
Menjadi perusahaan terkemuka yang terus tumbuh dan berkembang demi kepuasan bersama.
Misi
  1.  Menjadi perusahaan pelopor produk-produk dengan TASTE SPECIALIST
  2.  Menyediakan yang kompetitif harganya, terjamin mutu, halal, dan legalitasnya
  3.  Mengembangkan keragaman produk atau usaha sesuai pekembangan kebutuhan pasar atau konsumen
  4. Membuka kesempatan untuk pihak lain (investor) untuk berkerja sama dengan mensinergikan kemampuan yang dimiliki untuk memperkuat dalam mengembangkan usaha 

Visi dan Misi pribadi
Visi
Menjadi pribadi yang percaya diri, dapat membahagiakan orang tua, serta hangat kepada teman dan sahabat
Misi
  1.  Berani mengambil resiko serta tampil beda bedasrkan kata hati
  2. Belajar yang giat sehingga mendapatkan niali yang memuaskan
  3. Beprilaku sopan serta berprilaku yang dapat diterima oleh teman


Kamis, 11 Oktober 2018

budaya organisasi 2



I. Latar Belakang

Keberhasilan suatu perusahaan atau organisasi dilihat ketika organisasi dapat mengelola sumber daya manuisianya untuk mencapai tujuan perusahaan..kesukesan yang didapat perusahaan tidak dapat tercapai ketika perusahaan tidak dapat menentukan budaya organisasinya karena setiap karyawan di dalam perusahaan pasti memiliki kepribadian, nilai-nilai, dan keyakinan yang berbeda satu sama lain. dengan karyawan yang memiliki masing-masing perbedaan maka tujuan tidak tercapai.
     Budaya organisassi bertujana untuk bagaimana seorang pemimipin untuk mengorganisasikan sumber dayanya dengan tepat dan efektif, menentukan serta mengarahkan mana saja yang boleh dilakukan, serta bagaimana organisasi meyelesaikan masalah yang dihadapi. Budaya organisasi juga dapat berpengaruh terhadap kinerja karyawan karena budaya organisasi mengarahkan karyawan bagaimana mereka berpirilaku ketika ketika bekerja, mengarahkan mana saja yang boleh dilakukan atau tidak boleh dilakukan, dan  cara karyawaan berkomunikasi satu sama lain.

II. Teori

Budaya Ogansiasi

Budaya organisasi berasal dari dua kata yaitu budaya dan organsasi budaya senidiri dapat diartikan sebagai makna dan keyakianan bersama yang dianut oleh para anggota organisasi yang menentukan sebagian besar cara bertindak, sedangkan organisasi adalah kesatuan sosial yang di koordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relative dapat didentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relative terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau kelompok tujuan.

Menurut Kreitner dan Knicki (2003), budaya organisasi merupakan nilai-nilai, asumsi-asumsi-asumsi dan norma-norma yang di yakini kebenerannya dipakai sebagai sarana, untuk lebih meningkatkan kualitas dari pegawai agar dapat mencapai tujuan dari perusahaan.selain itu menurut Jones (dalam Wirawan, 2009) budaya organisasi merupakan seperangkat nilai bersama yang mengontrol interaksi setiap anggota organsisasi, juga dengan pemasok, pelanggan, dan pihak-pihak lain di luar organsasi. Jadi inti dari budaya organisasi sendiri adalah nilai-nilai dasar, perilaku, dan cara bersosialisasi yang harus dipatuhi oleh setiap anggota organisasi dalam mejalankan pekerjaan baik itu di dalam organisasi maupun di luar organisasi

Kinerja karyawan

Kinerja merupakan singkatan dari kinetika energi kerja. Menurut wirawan (2009) kinerja adalah keluaran yang dihasilkan oleh fungsi-fungsi atau indikator indikator suatu pekerjaan atau profesi dalam waktu tertentu. selain itu, menurut pabundu (2010) kinerja adalah hasil-hasil fungsi pekerjaan/ kegiatan seseorang atau kelompok dalam suatu organisasi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor untuk mencapai tujuan organisasi dalam periode waktu tertentu .

III. Metode

Subjek yang di wawancarai berumur 63 tahun dan telah bekerja di Kompas Gramedia selama 34 tahun, di devisi percetakan bagian keuangan. Menurut subjek budaya organisasi itu sebagai kegiatan di luar pekerjaan yang rutin seperti koperasi, atau olahraga. Budaya organisasi yang ada di Kompas Gramedia yaitu kekeluargan dan kerjasama. Menurut subjek budaya organisi dibutuhkan agar sesama karyawan di setiap unit saling menganal satu sama lain. pengaruh budaya organsisi di Kompas Gramedia menurut subjek yaitu sesama karyawan dapat bersilahturahim dan saling mengenal satu sama lain. cara meningkatkan budaya organisasi yaitu dengan diakan event-event agar karyawan agar karyawan dapat saling mengenal. Sosok yang menginspirasi Ibu paryati adalah atasannya karena dapat membuat karyawan termotivasi. Di Kompas Gramedia sendiri biasanya satu tahun sekali diadakan event-event seperti perlombaan untuk meningkatkan budaya organisasi mengenai kekeluargaan dan kerjasama. Yang perlu ditingkatkan dari budaya organisasi di Kompas Gramedia yaiitu perlunya adanya trainer atau pelatih untuk meningkatkan serta fasilitas-fasilitas. Hambatan dalam menjalankan budaya organisisi menurut subjek adalah pekerjaannya menjadi terttunda.

Analisis

Bedasrkan hasil wawancara subjek masih kurang memahami apa itu budaya organisasi terlihat jawaban subjek kurang mengarah kepada suatu niali-nilai tertentu, tetapi subjek sendiri sudah memiliki sedikit pemahaman mengenai budaya perusahaan tempat dia bekerja yaitu kekeluargann dan kejasasam. karena pemahamannya kurang maka subjek tidak mengetahui apakah niliai-nilai budaya organisi telah sesui atau tidak dengan perusahan.

Kesimpulan

kesimpulanya adalah budaya organisasi merupakan elemen penting yang harus dalam suatu organisiasi karena budaya organisasi menyatukan nilai-nilai dan keyakinan masing anggota organisasi jika hal tersebut tidak berhasil maka tujuan perusahaan akan cenderung lama untuk dicapai. Keberhasilan suatu organisasi dilihat dari bagaimana cara organisasi dapat mengelola perbedaan dari setiap anggota organisasi tersebut menjadi suatu potensi yang dapat mengembangkan organisasi tersebut.

Daftar Pustaka
Duha, T. (2016). Perilaku Organisiasi. Edisi Pertama.Yogyakarta: Deepublish
Tobari. (2015). Membangun Budaya Organisasi Pada Instansi Pemerintahan. Edisi Pertama. Yogyakarta:Deepublish
Sanjaya et all. (2017). Pengaruh Budaya Kerja, Kemampuan, dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan Bagian Produksi Pada PT. PhaprosTbk Semarang. Jurnal of Managemen Universitas Pandanara Semarang. 3 (2)

Rabu, 03 Oktober 2018

Budaya Organisasi


I. Latar Belakang

Keberhasilan suatu perusahaan atau organisasi dilihat ketika organisasi dapat mengelola sumber daya manuisianya untuk mencapai tujuan perusahaan..kesukesan yang didapat perusahaan tidak dapat tercapai ketika perusahaan tidak dapat menentukan budaya organisasinya karena setiap karyawan di dalam perusahaan pasti memiliki kepribadian, nilai-nilai, dan keyakinan yang berbeda satu sama lain. dengan karyawan yang memiliki masing-masing perbedaan maka tujuan tidak tercapai.
     Budaya organisassi bertujana untuk bagaimana seorang pemimipin untuk mengorganisasikan sumber dayanya dengan tepat dan efektif, menentukan serta mengarahkan mana saja yang boleh dilakukan, serta bagaimana organisasi meyelesaikan masalah yang dihadapi. Budaya organisasi juga dapat berpengaruh terhadap kinerja karyawan karena budaya organisasi mengarahkan karyawan bagaimana mereka berpirilaku ketika ketika bekerja, mengarahkan mana saja yang boleh dilakukan atau tidak boleh dilakukan, dan  cara karyawaan berkomunikasi satu sama lain.

II. Teori

Budaya Ogansiasi
Budaya organisasi berasal dari dua kata yaitu budaya dan organsasi budaya senidiri dapat diartikan sebagai makna dan keyakianan bersama yang dianut oleh para anggota organisasi yang menentukan sebagian besar cara bertindak, sedangkan organisasi adalah kesatuan sosial yang di koordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relative dapat didentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relative terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau kelompok tujuan.

Menurut Kreitner dan Knicki (2003), budaya organisasi merupakan nilai-nilai, asumsi-asumsi-asumsi dan norma-norma yang di yakini kebenerannya dipakai sebagai sarana, untuk lebih meningkatkan kualitas dari pegawai agar dapat mencapai tujuan dari perusahaan.selain itu menurut Jones (dalam Wirawan, 2009) budaya organisasi merupakan seperangkat nilai bersama yang mengontrol interaksi setiap anggota organsisasi, juga dengan pemasok, pelanggan, dan pihak-pihak lain di luar organsasi. Jadi inti dari budaya organisasi sendiri adalah nilai-nilai dasar, perilaku, dan cara bersosialisasi yang harus dipatuhi oleh setiap anggota organisasi dalam mejalankan pekerjaan baik itu di dalam organisasi maupun di luar organisasi

Kinerja karyawan
Kinerja merupakan singkatan dari kinetika energi kerja. Menurut wirawan (2009) kinerja adalah keluaran yang dihasilkan oleh fungsi-fungsi atau indikator indikator suatu pekerjaan atau profesi dalam waktu tertentu. selain itu, menurut pabundu (2010) kinerja adalah hasil-hasil fungsi pekerjaan/ kegiatan seseorang atau kelompok dalam suatu organisasi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor untuk mencapai tujuan organisasi dalam periode waktu tertentu .

III. Metode

Ibu Paryati sekarang berumur 63 tahun dan telah bekerja di Kompas Gramedia selama 34 tahun, di devisi percetakan bagian keuangan. Kompas Gramedia sendiri memiliki motto yaitu “menjadikan Kompas Gramedia sebagai percetakan yang terdepan di asia tenggara.”.cara komunikasi di Kompas Gramedia ini cenderung santai jadi tidak terlalu formal maupun informal serta tidak ada perbedaan komunikasi antara atasan dengan karyawan. Kompas Gramedia sendiri pakaian tidak terlalu di permasalahkan asalkan rapih dan sopan

Pada saat pengambilan keputusan di bagian keuangan semua turut dilibatkan untuk di minta pendapat setiap karyawan. Di bagian keuangan sendiri sering di adakan rapat guna mememcahkan masalah di bagian keuangan tersebut. Rapat tersebut di hadiri oleh kepala staff dan jajarannya dan di dalam rapat itu semuanya cenderung untuk diminta pendapatnya tergantung dari masalah yang akan di bahas seperti apa jika memang karyawan tidak bisa diminta pendapat maka keputusan ada di pimpinan.

Di bagian keuangan pembagian kerja bedasrkan tim sehingga ketika ada karyawan yang kesuasahan maka anggota tim akan membantu karyawan tersebut. Di bagian keuangan sendiri memiliki suasana kerja yang tidak kaku karyawan ketika bekerja diperbolehkan mengobrol Di bagian keuangan  Ketika karyawan melakukan kesaahan bentuk teguran pada karyawan bisa dibilang seperti ngobrol biasa tetapi tergantung, jika kesalahnnya fatal maka karyawan tersebut akan tetap di panggil oleh atasan. Di bagian keuangan sendiri kadang-kadang diadakan makan dan masak bareng  biayanya merupakan hasil patungan sesama karyawan.

Analisis
Bedasarkan hasil wawancara budaya organisasi yang ada di Perusahaan Kompas Gramedia bisa dibilang tidak terlalu mengekang karyawan telihat dimana aturan untuk pakaian yaitu santai dan santai serta tidak adanya perbedaan komunikasi antara pimpinan dengan karyawan itu sendiri. Untuk mencapai mottonya yaitu “menjadikan Kompas Gramedia sebagai percetakan yang terdepan di asia tenggara.” Kompas Gramedia mengutamakan kenyamana dan rasa saling membantu anatar karyawan dilihat dari suasana kerja yang cenderung santai, pembagian tugas pekerjaan dengan sistem team yang dimana mereka saling membantu satu sama lain dan juga acara makan serta masak bersama menambah rasa persatuan di bagaian keuangan itu sendiri.

Dari budaya organisasi yang ada di Kompas Gramedia dapat meningkatkan kinerja karyawan itu sendiri telihat dengan adanya tim serta teguran dari atasan maupun karyawan lain membuat karyawan mengerti apa yang harus dilakukan atau yang tidak boleh dilakukan sehingga meningkatkan efisiensi dan ketepatan kerja.
Kesimpulan
kesimpulanya adalah budaya organisasi merupakan elemen penting yang harus dalam suatu organisiasi karena budaya organisasi menyatukan nilai-nilai dan keyakinan masing anggota organisasi jika hal tersebut tidak berhasil maka tujuan perusahaan akan cenderung lama untuk dicapai. Keberhasilan suatu organisasi dilihat dari bagaimana cara organisasi dapat mengelola perbedaan dari setiap anggota organisasi tersebut menjadi suatu potensi yang dapat mengembangkan organisasi tersebut.

Daftar Pustaka
Duha, T. (2016). Perilaku Organisiasi. Edisi Pertama.Yogyakarta: Deepublish
Tobari. (2015). Membangun Budaya Organisasi Pada Instansi Pemerintahan. Edisi Pertama. Yogyakarta:Deepublish
Sanjaya et all. (2017). Pengaruh Budaya Kerja, Kemampuan, dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan Bagian Produksi Pada PT. PhaprosTbk Semarang. Jurnal of Managemen Universitas Pandanara Semarang. 3 (2)

Rabu, 26 September 2018

Histori Manajemen dan Studi kasus

Histori teori manajemen
Awal sejarah teori manajemen terjadi pada 7000 tahun yang lalu yang dimana manajemen merupakan hasil proses trial dan error sehingga pada saat itu hanya sedikit atau bahkan tanpa teori dan tidak ada penyebaran ide atau Pratik. Selama berabad-abad teori atau praktek manajemen kurang diperhatikan serius sampai pada abad kesembilan belas, Robet Owen (1771-1858) yang merupakan salah satu manajer mengakui pentingnya sumber daya manusia dalam organisasi, Owen juga percaya bahwa para pekerja  pekerja layak mendapatkan penhormatan dan haraga diri. Sama halnya juga Charles Babbage (1792-1871) yang merupakan seorang ahli matematika, memfokuskan perhatiannya pada efisiensi produksi. Babbage juga meyakini manfaat pengelompokan tenaga kerja dan menganjurkan penerapan matematika untuk memecahkan masalah seperti penggunaan fasilitas dan bahan baku secara efisien.
Pada abad kedua puluh, ide-ide dan tulisan awal mengenai manajemen dari para manajer dan teoritikus berpadu dengan kemunculan dan evolusi bisnis skala besar dan praktik manajemen untuk menciptakan minat dan memfoluskan perhatian pada bagaiman seharusnya bisnis di operasikan. Salah satu ide yang muncul adalah perspektif manajemen klasik.
Manajemen ilmiah
pada tahun 1886, seorang insyinyur bernama Fredric W.Taylor. yang diajukan Taylor adalah bahwa kebaukan maksimal bagi masyarakat hanya dapat datang melalui kerjasama manajemen dan tenaga kerja dalam menerpakan metode ilmiah. Dia menyatakan bahwa prinsip manajemen adalah:
  • ·    Mengembangakan ilmu untuk setiap elemen dari pekerjaan karyawan, menggantikan prinsip umum yang bedasarkan pengalaman sebelumnya
  • ·   Secara ilmiah memilih dan kemudian melatih, mengajarkan, dan mengembangkan pekerja, padahal masa lalu pekerja memilih perkerjaan dan melatih dirinya sendiri
  • ·    Dengan sepenuh hati berkerja sama memastikan semua pekerjaan dilakukan sesuai prinsip ilmiah

·         Menyediakan pembagian perkerjaan dan tanggung jawab yang hampir sama manajer dan non-manajer

I. Urgensi
Manajemen sangat dibutuhkan pada bidang pikologi karena psikologi sendiri mencoba mencari dan mempelajari kepribadian serta proses mental sesorang.sedang manajemen adalah suatu proses dengan tindakan-tindakan prencanaan dan pengorganisasian untuk mencapai tujuan. Seperti halnya teori yang dikekekumakan oleh Carl Rogers mengenai ideal self dan Real Self. Dalam teori Carl Roger sendiri bagaimana seseorang mencoba agar real self (kepribadian atau keadaanya yang sekarang) sama  dengan ideal self (keadaan diri atau kepribadian yang ingin dicapai oleh individu) untuk mencapainya maka dibutuhkan praktik manajemen agar mencapai tujuan yaitu real selfnya sana dengan ideal selfnya.

II.  Teori Manajaemen
Teori X dan Y
Teori X dan Y dikekekumakan oleh Douglas McGregor. Menirut McGregor, Teori X dan Y merefleksikan dua keyakinan yang ekstreem yang membedakan manajer dan pekerja mereka. Teori X adalah pandangan negatif mengenai pekerjaan dan konsistensi dengan pandangan manajemen ilmiah. Teori Y adalah pandangan yang lebih positif dan mencerminkan asumsi yang dibuat oleh pendukung hubungan manusia.

III. Metode
pada tulisan ini menggunakan studi literature, yaitu proses penulisan bedasarkan literature mengenai manjemen. Setelah itu penulis menjelaskan isi yang ada pada literature menegnai manajemen.

IV. Studi Kasus
Sinopsi film Top Secret A.K.A Billioner
 Top Secret a.k.a The Billionaire adalah film kisah nyata yang menceritakan tentang seorang anak muda, Top Ittipat yang mempunyai ambisi besar untuk menjadi seorang pengusaha muda yang sukses. Namun, untuk mewujudkan cita-citanya itu jalan yang harus dilaluinya sangat tidak mudah. Apalagi dengan usianya yang terbilang cukup muda yaitu 19 tahun. Cerita ini dipenuhi pengorbanan dari seorang Top. Berawal saat berumur 16 tahun, Top adalah pecandu game online yang beruntung dan bisa memiliki banyak uang karena hobinya itu. Namun bisnis tersebut tidak bertahan lama karena sepak terjangnya di dunia maya itu dihentikan sebab dianggap ilegal.
Saat berusia 17 tahun ia mencoba untuk mendapatkan uang dengan menjual kacang goreng ala Thailand di supermarker. Saat itu dia kuliah di jurusan bisnis, namun ia tidak pernah masuk kuliah dan hanya sibuk memikirkan bisnisnya. Ia mendapatkan materi dalam perkuliahan dengan menitipkan sebuah tape rekorder untuk merekam materi yang dijelaskan dosen di dalam kelas. Sebelum ia menjual kacang goreng ia melakukan survey lapangan terlebih dahulu. Ia meneliti cara untuk mendapatkan rasa kacang goreng yang sangat enak. Usaha ini awalnya terlihat sangat menguntungkan dan ia berhasil membuka beberapa cabang dengan bantuan pamannya. Usaha ini kembali gagal karena mesin penggoreng kacang menimbulkan asap dan berefek pada tembok supermarket. Pemilik supermarket tersebut membatalkan kontrak sewa tempat dan melarang Top berjualan lagi.
Saat berusia 18 tahun keluarganya bangkrut dan memiliki hutang sebesar 40 juta Bath. Kedua orang tuanya memutuskan pindah ke China, namun Top tidak mau ikut dan lebih memilih tinggal di. Saat itu Top merasa dropp dan sangat terpuruk, namun ia tidak pantang menyerah. Ia tidak kehabisan akal dan ide untuk bangkit dari keterpurukannya. Berawal dari jalan-jalan bersama dengan kekasihnya ia mendapatkan ide untuk berbisnis di bidang makanan yaitu Snack Rumput Laut. Ia memutuskan untuk berbisnis di bidang itu.
Top membeli Rumput Laut mentah sangat banyak. Ia meminta tolong pada pamannya untuk menggoreng. Rasa rumput laut gorengannya pahit namun ia tidak menyerah. Saat ia pergi membeli rumput laut mentah, pamannya menggoreng rumput laut di rumah dan terjatuh saat hujan tiba. Ia merasa bersalah dan membawa pamannya kerumah sakit. Kemudian ia pulang dan mencoba menggoreng rumput laut itu sendiri namun rasa yang dihasilkan tetap pahit. Ia tidak putus asa hingga rumput laut yang ia beli habis. Ia merasa kesal dan bingung. Kemudian ia melihat ada rumput laut yang tersisa yang terkena hujan kemarin. Ia goreng rumput laut tersebut dan rasanya tidak pahit lagi. Ia menemukan cara terbaik dalam membuat snack rumput laut yaitu dengan diembunkan terlebih dahulu.
Saat pamannya pulang dari rumah sakit ia berusaha dan memperdagangkannya di supermarket. Snack jualannya sangat laku namun penghasilannya tidak seberapa. Ia berfikir untuk mengembangkan usahanya dan ia mencoba mendaftarkannya di 7-eleven.
Awalnya usaha tersebut ditolak, namun ia tidak menyerah dengan memperbaiki produknya dengan kemasan yang lebih kecil dan dengan harga terjangkau. Ia kembali mempresentasikan di 7-eleven dan diterima. Ia diperbolehkan bekerja sama namun harus mempunyai pabrik. Dia membangun pabrik orang tuanya yang telah disegel dengan menjual mobilnya. Peninjauan pabrik dilakukan oleh7-eleven dan dia belum dinyatakan lolos sebab masih banyak kekurangan dipabriknya. Ia berjanji memperbaikinya dan diterimalah kerjasamanya. Mulai saat itulah ia berhasil dan menjadi Millioner baru. Ia membawa orang tuanya kembali ke Thailand dan membayar semua hutang orang tuanya.
Analisis
Proses manajemen yang dilakuakan pada film Billioner yaitu yang pertama adalah Planing/Perencanaan pada film Top ketika mencoba membuat kacang goreng khas Thailand dia membuat rencana bagaimana membuat kacang goreng yang enak dengan mengamati cara-cara pedagang kacang goreng memilih kacang yang bagus, dan wangi ketika di goreng. Ketika kacang gorengnya gagal dia beralih untuk berdagang cemilan rumput laut. Ketika pertama kali memulai usaha cemilan rumput laut Top memiliki masalah yaitu rumput lautnya tidak bisa bertahan lama, akhirnya Top menemui ahli ilmu dan teknologi makanan di universitasnya untuk menanyakan bagaimana membuat kemasan yang tahan lama. Selanjutnya yaitu Organizing/Pengorganisasian setelah mengetahui cara mengemas produk agar tahan lama, Top mengordinasikan kepada pamannya bagaimana cara mengemas dan cara menggoreng rumput laut yang benar dan yang salah. Selanjutnaya Actuating/pengarahan yaitu Top memberikan arahan ke pamannya bagaimana cara memasarkan produknya dan bagimana cara memperlakukan konsumen dengan baik. Selanjutnya adalah controlling Top mengontrol apakah usahnya untung atau tidak dengan cara mengecek langsung lokasi daganganya.

V. Kesimpulan, Diskusi, dan Saran
kesimpulan dari tulis ini adalah manajemen adalah proses untuk mengatur dengan tindakan pengorganisasian, perencanaan, serta mengontrol yang berfungsi agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai dengan efisien dan efektif serta manajemen sendiri sangat dibtuhkan oleh psikolog sendiri
saran dari tulisan ini yaitu mencari sumber literature yang lebih lengkap agar tulisan semakin informatif dan penyusunannya harus lebih sistematis lagi

Daftar Pustaka
Griffin, R.W. (2004). Manajemen. Edisi ketujuh. Jakarta;Erlangga
Ivancevich, J.M., Konopaske, R., & Matesson, M.T., (2006). Perilaku dan Manajemen Organisasi. Jakarta: Erlangga.
Sarlinah & Mardalena. (2017). Pengantar Manajemen. Yogyakarta: CV. Budi Utama
http://muhammadmuas.blogspot.com/2015/11/resensi-film-top-secret-aka-billionaire_19.html

Rabu, 19 September 2018

Bisnis Proses dan Struktur Organsisasi


Proses Bisnis dan struktur organsisasi
Bisnis Proses

Bisnis proses adalah seni untuk memahami, mengkode, dan meningkatkan cara perusahaan untuk melakukan bisnis. Beberapa tahun belakangan ini, ada tiga tingkatan untuk pengaplikasian perkembangan bisnis yang bisa dilakukan atau setidaknya penting untuk diketahui yaitu logika bisnis, logika penampilan, dan logika untuk mendapatkan data. Dari ketiga tingkatan itu masing-masing memiliki perbedaan. Perbedaan tersebut bisa dirasakan dalam artian ketiga tingkatan berjalan dengan alat-alat yang berbeda-beda. Logika penampilan itu seperti halnya tampilan di google chrome, tampilan tersebut dibuat dengan code yang ada di HTML.logika bisnis itu layaknya server pada internet, sedangkan logika pengambilan data itu mengambil data dari server yang selanjutnya diolah dan disimpan
Sebenarnya banyak sekali tren manajemen yang ada yaitu TQM, BPR, CRM, ERP atau Six Sigma telah menjadi solusi bagi kebermanfaatan bisnis yang dibutuhkan organisasi di area operasi suatu perusahaan. dari kelima tren manajemen yang ada bisnis proses sendiri berbeda dari kelima tren manajemen karena bisnis proses memiliki kapabilitas untuk berkontribusi untuk mencapai kesukses, jika prosesnya ditingkatkan terlebih dahulu dan semua aspek dari bisnis proses dapat ditangani

Struktur Organisasi

Struktur organisasi dapat didefinisikan sebagai spesifikasi perkerjaan yang harus dilakukan di dalam organisasi dan bagaimana mengkaitkan satu pekerjaan dengan pekerjaan yang lain. untuk memudahkan apa itu organisasi dapat melihat bagan organisasi.
Bagan organissi sendiri untuk memperjelas dan menunjukan posisi mereka dalam operasi perusahaan. di dalam bagan organisasi ada yang namanya rantai komando, fungsi dari rantai komado sendiri mengacu pada hubungan pelaporan mulai dari posisi yang tertinggi hingga posisi yang paling rendah, bentuk dari rantai komando yaitu garis tebal pada bagan organisasi. Rantai komando atau rantai perintah memiliki dua konsep yang saling melengkapi yaitu kewenamgan dan prinsip kesatuan perintah. Kewenamgan mengacu pada hak-hak pada pimipinan untuk memberikan perintah dan untuk dipatuhi. prinsip kesatuan perintah membantu untuk mempertahankan konsep garis kewenangan primsip ini mengatakan bahwa seseorang hendaknya memiliki atasan kepadanya ia bertanggung jawab langsung.  Bagan organisiasi ini berkembang menjadi sangat komplek ketika perusahaan tersebut sudah menjadi perusahaan yang besar
Banyak faktor yang memainkan peran dalam menentukan struktur organisasi yang optimal. Faktor utamanaya adalah misi dan strategi organisasi.perusahaan yang organisasinya stabil dengan sasaran pertumbuhan yang kecil dan strategi yang cenderung konservatif biasanya akan berfungsi baik dengan struktur organisasi yang berbeda.

Unsur-unsur pembentuk struktur organsiasi yaitu ;
  • ·         Spesalisasi

Spesalisai yaitu proses mengidentifikasi pekerjaan-pekerjaan khusus yang harus dilakukan dan menentukan siapa yang akan melakukan spesalisasi pekerjaan. Jadi di setiap organisasi kurang lebih memiliki satu pekerjaan utama contohnya perusahaan pembuat mobil (Toyota) atau di bidang telekomunikasi (telkomsel). Untuk melaksanakan pekerjaan tersebut biasanya manajer membagi atau memecahkannya jadi pekerjaan-pekerjaan kecil.
  • ·         Departementalisasi

Setelah spesialisasi, pekerjaan tersebut harus dikelompokan kedalam unit-unit yang logis proses tersebut dinamakan departementalisasi. Perusahaan yang melakukan departementalisasi dapat memetik manfaat dengan pembagian ini; dengan di perkecilkannya kendali dan koordinasi membuat manajer puncak dapat memantau pekerjaan karyawannya dengan lebih mudah.

Daftar Pustaka
Eber, R.J., & Griffin, R.W. (2014). Pengantar Bisnis. edisi kesepuluh. Jakarta: Erlangga.
Ivancevich, J.M., Konopaske, R., & Matesson, M.T., (2006). Perilaku dan Manajemen Organisasi. Jakarta: Erlangga.
Jestom, J., & Nelis, J. (2008). Bussines Process Management. Edisi kesepuluh. Oxford, Inggris; Elsevier.
Verma, N. (2009). Business Process Management: Profiting from process. New Delhi, India; Global India Publication.



Rabu, 12 September 2018

Wirausaha kuliner Nasi Goreng


Wirausaha  Kuliner Nasi Goreng
Bab 1
Latar Belakang
Di kehidupan yang serba modern dan keadaan ekonomi yang selalu berubah-ubah menyebabkan munculnya keinginan untuk berwirausaha Salah usaha yang banyak diminati adalah usaha bidang kuliner karena penghasilanya yang menjajikan. Dengan munculnya wirausaha yang baru ini menyebabkan persaingan yang ketat bagi para pelaku usaha. Dengan persaingan yang ketat tersebut membuat kebutuhan pelanggan menjadi berubah. Inovasi menjadi suatu hal yang penting bagi para wirausaha untuk menjaga agar produknya bertahan dan tidak ketinggalan jaman. Banyak wirausaha bidang kuliner yang telah berinovasi dan telah berhasil memikat para konsumenya yaitu martabak asin mozzarella, burger hitam, dan lain-lain.
Dengan banyaknya wirausahawan dengan inovasi-inovasi yang unik, usaha nasi goreng tetap menjadi pilihan bagi para pengusaha untuk memulai bisnis mereka karena bahan-bahanya yang sederhana dan praktis. Nasi goreng juga merupakan ikon bagi masyarakat Indonesia karena banyaknya penggemar dari nasi goreng tersebut.
Bab 2
Teori
  • ·         Entrepreunership

Entrepreneurship atau kewirausahaan adalah usaha kreatif yang dibangun bedasarkan inovasi untuk menghasilkan sesuatu yang baru, memiliki nilai tambah, memberi manfaat, menciptakan lapangan kerja dan hasilnya berguna bagi orang lain. entrepreneurship mengandung makna wiraswasta atau wirausaha adalah cabang ilmu ekonomi yang mengajarkan bagaimana bagaimana kita bisa mandiri dalam memulai suatu usaha dalam mencapai profit serta mengembangkan seluruh potensi ekonomi yang dimiliki (Soegoto, 2010)
Menurut Meredith, dkk (dalam soegoto, 2010) entrepreneur adalah orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kemsempatan bisnis, mengumpulkan sumber-sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan daripadanya serta mengambil tindakan yang tepat, guna memastikan kesuksesan
  • ·         Bisnis strategi

Bisnis strategi adalah sekumpulan, dan tindakan perusahaan yang terpadu dan terkoordinasi yang di gunakan untuk mendapatkan keunggulan bersaing dengan meneksploitasi kompetensi inti dalam pasar produk yang spesifik
Jauch dan Gleck (Suwarni, 1998) memberikan pengertian strategi bisnis sebagi suatu rencana terpadu tentang uraian produk, kegiatan, fungsi dan pasar yang saat ini dijalankan perusahaan untuk mencapai tujuan utama perusahaan
Bab 3
Aspek Produk
Nasi Goreng Sulton adalah nasi goreng yang memiliki konsep nasi goreng dorong dan menetap di samping jalan perumahan. Dinamakan Nasi Goreng Sulton karena diambil dari nama pemilknya yaitu Sulton. Nasi Goreng Sulton sendiri bisa dibilang cukup laris dan harganya pun bisa dibilang pas dengan kantong pelajar atau mahasiswa. Nasi Goreng Sulton sendiri ada dari tahun 2005 berarti sudah 13 tahun berjualan nasi goreng. Modal awal untuk membeli bahan baku nasi goreng sekitar 600 ribu dan penghasilan yang di peroleh 600-700 ribu setiap malamnya
Bahan bumbu halus nasi goreng :
  • ·         Bawang putih
  • ·         Bawang merah
  • ·         Bawang bombay
  • ·         Kemiri
  • ·         Lada
  • ·         cabai

Bahan baku dan pelengkap :
  • ·         Nasi
  • ·         Ayam yang sudah di goreng
  • ·         Telur
  • ·         Baso
  • ·         Garam
  • ·         Vetsin
  • ·         Kecap
  • ·         Minyak

Cara pembuatan
Panaskan minyak secukupnya tumis bumbu halus lalu masukan telur, selanjutnya masukan nasi dan aduk sampai merata. Setelah bumbu merata dengan nasi masukan cabai yang sudah dihaluskan jika suka pedas, dan masukan kecap aduk sampai rata. Jika sudah selesai sajikan.

Analisis
Nasi Goreng Sulton sudah 13 tahun berdiri sehingga sudah melwati tahap 1 bisnis proses yaitu trial dan error yang dimana  Nasi Goreng Sulton tidak lagi mencoba-coba bumbu apa yang pas bagi lidah konsumennya. Nasi Goreng Sulton sendiri sekarang sudah mncapai tahap kedua yaitu tahap dimana mereka berhasil menyeimbangkan anatara modal awal dan penghasilanya serta mulai banyak konsumen yang memesan nasi gorengnya. Tetapi Nasi Goreng Sulton sendiri konsisten di tahap 2 karena mereka tidak mencoba untuk mencoba membuka cabang.

Kesimpulannya
Strategi bisnis sangat dibutuhkan bagi para wirausahawan untuk menganilis pasar dan kebutuhan konsumen. Tanpa adanya strategi bisnis yang bagus maka bisnis yang kita jalankan tidak dapat berjanlan dengan baik. Untuk mempertahankan dan meningkatkan usaha pada bidang nasi goreng dibutuhkan inovasi agar dapat bersaing di bidang kuliner dengan mempertahankan cita rasa yang sudah ada dan menambahkan inovasi pada cara penyajiannya

Daftar pustaka:
Soegoto. E.S (2010). Eenterpreneurship: menjadi pembisnis ulung. Edisi Kedua. Jakarta: PT Alex Media Komputindo

Ernawati. (2005). Pengaruh Strategi Bisnis dan Ketidakpastian Ligkungan Terhadap Hubungan Antara Broad Scope Sistem Akuntansi Manajemen dan kinerja manajerial. Jurnal Akuntansi dan Investasi, Vol. 6, No.2.

Hubies, M., & Najib, M., (2014). Manajamen Strategik dalam pengembangan daya saing organisasi. Jakarta: PT Alex Media Komputindo